<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pelangi di Hatiku</title>
	<atom:link href="http://pelangihatiku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pelangihatiku.wordpress.com</link>
	<description>Mencari warna seindah pelangi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 May 2011 05:16:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pelangihatiku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pelangi di Hatiku</title>
		<link>http://pelangihatiku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pelangihatiku.wordpress.com/osd.xml" title="Pelangi di Hatiku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pelangihatiku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pemecah Kebuntuan Bisnis Internet Indonesia</title>
		<link>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/12/27/pemecah-kebuntuan-bisnis-internet-indonesia/</link>
		<comments>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/12/27/pemecah-kebuntuan-bisnis-internet-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2010 02:50:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>valenagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia IT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangihatiku.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Awal November lalu, penulis berkesempatan mengikuti seminar &#8220;Tech StartUp Investment in Indonesia&#8221; yang merupakan bagian dari rangkaian acara Sparx Up Award, sebuah ajang pencarian &#8216;bakat&#8217; yang bisa di dorong menjadi start up bisnis di dunia internet Indonesia Seminar yang juga melibatkan Kementrian Perdagangan dengan Ibu Menteri sebagai Keynote Speaker itu menghadirkan nama-nama besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=248&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Awal November lalu, penulis berkesempatan mengikuti seminar &#8220;Tech StartUp Investment in Indonesia&#8221; yang merupakan bagian dari rangkaian acara Sparx Up Award, sebuah ajang pencarian &#8216;bakat&#8217; yang bisa di dorong menjadi start up bisnis di dunia internet Indonesia</p>
<p>Seminar yang juga melibatkan Kementrian Perdagangan dengan Ibu Menteri sebagai Keynote Speaker itu menghadirkan nama-nama besar seperti Microsoft, Google dan Yahoo, serta seluruh selebriti internet indonesia seperti dari BCA, Kaskus dan Koprol, yang telah menjadi bagian dari Yahoo Indonesia.<br />
<span id="more-248"></span><br />
Meskipun tema utama adalah investasi terhadap tech startup company di Indonesia, namun hal tersebut hampir tidak tersentuh baik dalam presentasi maupun dari diskusi panel yang dilakukan. Hal utama yang dibahas malah lebih banyak berkutat pada berbagai halangan yang menyebabkan tidak berkembang nya bisnis berbasis internet di negeri ini</p>
<p>Dan seminar tersebut, di tutup dengan satu pertanyaan fundamental dari peserta dari investor asing yang tidak terjawab, <em>&#8220;Kami siap untuk menanamkan modal kami bahkan untuk startup company skala sangat kecil yang bergerak di dunia internet, namun indikator apa yang bisa membuat kami yakin, bahwa investasi kami ini kelak akan memberikan keuntungan?&#8221;</em></p>
<p><strong>Pasar yang Aneh</strong></p>
<p>Perilaku pengguna internet di Indonesia boleh dibilang agak nyeleneh. Meskipun tercatat sebagai salah satu pengguna terbesar jejaring sosial di dunia, sejak jaman Friendster, hingga rezim Twitter dan Facebook saat ini, namun itu tidak serta-merta mencerminkan potensi kapitalisasi pasar yang besar.</p>
<p>Hingga kini, perusahaan yang murni bergerak di dunia internet dan menghasilkan keuntungan yang memadai untuk bertahan hidup lalu tumbuh masih bisa dihitung dengan jari tangan. Kalau boleh menyebut, mungkin hanya Detikcom, Kaskus dan Koprol yang bisa dibilang berhasil &#8216;memonetasi&#8217; pasar internet negeri ini.</p>
<p>Sejak era dotcom boom di akhir abad 20, sudah sangat banyak yang mencoba. Namun mayoritas hilang ditelan waktu karena gagal di pasar.</p>
<p>Ada beberapa kendala utama yang  membuat pasar internet indonesia belum bisa berkembang , di antaranya :</p>
<p><strong>1. </strong>Belum adanya infrastruktur pembayaran yang memiliki jangkauan luas dan &#8216;murah&#8217;. Biaya &#8216;payment&#8217; untuk transaksi via internet saat ini bisa menghabiskan hingga 30% dari total nilai transaksi. Baik itu menggunakan voucher, pemotongan pulsa telepon, maupun penggunaan fasilitas prabayar dari bank.</p>
<p>Sedangkan pemanfaatan kartu kredit masih terkendala jumlah minimum nominal transaksi yang ditetapkan oleh penyedia kartu, plus rawannya carding serta penetrasi kepemilikan kartu kredit yang masih terbatas.</p>
<p>Pemerintah dan Bank Indonesia sendiri, seperti diakui oleh Menteri Perdagangan dalam seminar tersebut, terkesan belum memiliki pemahaman yang memadai serta strategi yang jelas untuk mengembangkan ekonomi berbasis internet ini</p>
<p><strong>2.</strong> Berdasarkan beberapa survei yang dilakukan, pengguna internet indonesia tercatat sebagai salah satu  yang paling pelit atau dengan kata lain mayoritas pengguna internet indonesia tidak mau mengeluarkan uang untuk membayar layanan internet atau produk dalam format digital.</p>
<p>Perilaku yang berkembang di dunia internet Indonesia adalah<em> &#8220;kalau itu ada di internet maka itu gratis&#8221;</em>. Coba saja kalau Facebook dan Twitter satu saat menerapkan &#8216;membership fee&#8217;, saya yakin dalam sekejap 90% pengguna yang berasal dari Indonesia akan angkat kaki</p>
<p><strong>3.</strong> Mudah dan murah nya mendapatkan produk bajakan juga menjadi salah satu kendala terbesar dalam mengembangkan ekonomi internet di negeri ini. Contoh paling menarik tentunya dalam industri musik.</p>
<p>Sudah banyak pihak yang mencoba untuk menjajakan musik dalam format digital via internet, tapi sampai saat ini belum ada yang bisa dibilang benar-benar sukses.</p>
<p>Dihadapkan dengan tiga tantangan tersebut, membuat resep sukses bisnis internet yang umum berlaku di belahan dunia lain, menjadi mandul begitu dicoba diterapkan di dunia internet Indonesia.</p>
<p>Resep umum itu adalah :</p>
<ul>
<li>Buat produk/layanan berbasis internet yang keren</li>
<li>Kumpulkan sebanyak mungkin member/pengunjung</li>
<li>Undang sebanyak mungkin pengiklan untuk menjajakan produknya di situs tersebut</li>
<li>Keruk uang sebanyak-banyaknya dari para pengiklan</li>
</ul>
<p>Resep ini terbukti sukses dilakukan oleh Google, Facebook, dan juga sekarang mulai dilakukan oleh Twitter yang menggunakan tokoh-tokoh populer untuk meng-endorse produk mereka via Tweet, dan hingga kini iklan masih menjadi &#8216;driving factor&#8217; terbesar bagi keuntungan situs-situs populer tersebut.</p>
<p>Tapi hal ini tidak berlaku umum di Indonesia. Sebuah situs bisa saja punya layanan yang keren dan populer serta memiliki member yang banyak. Tapi karena perilaku pengguna indonesia yang malas mengeluarkan uang untuk layanan/produk digital, maka pengiklan pun enggan berinvestasi, karena tidak ada jaminan produk mereka bakal ada yang beli.</p>
<p>Karena tidak ada pengiklan, lambat laun pemilik situs pasti akan ambruk, dan itu yang berulang kali terjadi di dunia bisnis internet Indonesia.</p>
<p>Mayoritas situs besar yang masih bertahan di tataran internet Indonesia, bisa bertahan karena mereka merupakan bagian dari kelompok usaha yang lebih besar, yang core business nya bukan di internet. Situs hanyalah salah satu &#8216;kepanjangan tangan&#8217; dari bisnis mereka. Jadi kelangsungan hidup situs tersebut didukung dari subsidi induk usahanya.</p>
<p><strong>Solusi Alternatif </strong></p>
<p>Dengan kondisi seperti dijelaskan sebelumnya, pertanyaan sang investor asing dalam seminar &#8220;Investment on Tech Startup&#8221; menjadi sangat valid, &#8220;Bagaimana menangguk untung dari bisnis berbasis internet di indonesia?&#8221;</p>
<p>Mencermati kondisi pasar yang demikian, tentu saja mengulangi resep yang jelas tidak laku di pasar internet dalam negeri untuk saat ini merupakan kesalahan besar. Namun bukan berarti tidak ada &#8216;duit&#8217; di dunia internet Indonesia.</p>
<p>Bisa jadi memasarkan layanan langsung ke individu pengguna internet tidak akan memberikan keuntungan, tapi ada segmen pelanggan lain yang belum banyak digarap, namun menjanjikan karena memiliki &#8216;buying power&#8217; yang cukup besar yaitu pasar korporasi.</p>
<p>Tentu saja perilaku pasar korporasi ini berbeda dengan pasar individu yang selama ini menjadi fokus utama dalam bisnis internet. Selama ini pasar individu biasanya digarap melalui produk/layanan internet seperti jejaring sosial, portal komunitas atau situs jual beli, yang di-deliver melalui jaringan internet publik.</p>
<p>Maka untuk pasar korporasi, produk/layanan berbasis internet yang disediakan tentu saja harus bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari korporasi tersebut. Solusi untuk kebutuhan korporasi tersebut bisa dibungkus dalam kerangka software as a service (SaaS) yang akan meringankan pelanggan dari sisi pengembangan maupun operasional dan pemeliharaan sistim ke depannya.</p>
<p>Dan dengan semakin matang nya konsep dan implementasi cloud computing saat ini, terutama di sisi infrastruktur, maka peluang untuk membuat layanan software as a service bagi korporasi terbuka sangat lebar. Apalagi mengingat saat ini, di Indonesia terutama, masih sangat-sangat sedikit pemain yang serius bermain di area SaaS ini.</p>
<p>Hingga kini, penulis baru melihat dua pemain yang serius menyediakan layanan SaaS ini, yaitu PT Telkom dengan layanan e-Office untuk kebutuhan otomasi perkantoran dan Core Banking untuk bank-bank kecil, serta Andal Software dengan layanan payroll as a service-nya.</p>
<p>Jadi bisa dibilang pasar SaaS ini masih luar biasa besar, dan menjanjikan.</p>
<p>Untuk menciptakan  sebuah layanan SaaS yang memiliki kans untuk sukses di pasar setidaknya perlu memperhatikan beberapa hal berikut:</p>
<p><strong>1.</strong> Harus menyelesaikan satu problem bisnis</p>
<p>Sebuah aplikasi SaaS haru menyelesaikan satu problem bisnis yang biasa dihadapi oleh korporasi. Ini penting untuk menjadi alasan bagi korporasi supaya mau berlangganan layanan yang kita sediakan. Namun perlu diperhatikan, meskipun misalnya secara teknis kita mampu menyediakan layanan yang multi fungsi, tapi godaan untuk membuat layanan yang mencoba menyelesaikan &#8216;semua problem bisnis&#8217; harus bisa kita singkirkan.</p>
<p>Pisahkan setiap solusi terhadap satu problem bisnis menjadi sebuah layanan SaaS untuk mempermudah dalam pemasarannya. Semakin kecil granularity-nya semakin bagus. Contoh, layanan dari 37signals.com, yang membagi-bagi layanan project management support dan office automation nya menjadi empat jenis layanan yang berbeda, dimana pelanggan bisa memilih yang dirasa perlu saja, atau bisa juga mendapatkan semuanya dengan harga diskon.</p>
<p><strong>2.</strong> Bersifat Generik</p>
<p>Karena sifatnya adalah layanan, dan tentu saja kita menargetkan supaya layanan kita bisa digunakan oleh sebanyak mungkin korporasi, maka syarat utama layanan SaaS adalah bersifat generik, sehingga bisa menembus batas-batas korporasi.</p>
<p>Untuk itu sebelum memutuskan untuk mengembangkan satu jenis layanan, perlu dilakukan pendalaman terlebih dahulu terhadap segmen korporat yang akan digarap, sehingga kita bisa menciptakan sebuah sistem yang generik yang menjadi jualan utama layanan SaaS kita.</p>
<p>Tentu saja tidak semua pelanggan memiliki kebutuhan yang sama, tapi setidaknya layanan generik tersebut bisa mencakup 80% dari seluruh kebutuhan. Untuk yang 20% bisa dilakukan kustomisasi dengan biaya tambahan tentunya.</p>
<p><strong>3. </strong>Memiliki support system yang memadai</p>
<p>Menjual layanan SaaS, berbeda dengan menjual produk atau mengembangkan sebuah aplikasi dalam sebuah project. Dalam system SaaS, pelanggan hanya &#8216;menyewa&#8217; layanan yang kita tawarkan.</p>
<p>Dan seperti juga saat kita berlangganan telepon, listrik atau pay TV, tentu pelanggan berharap akan support yang sama jika mereka menemui kesulitan dalam menggunakan layanan tersebut.</p>
<p>Dengan demikian ketersediaan tim yang akan memberikan support pun menjadi faktor kritikal dalam penyediaan layanan SaaS.</p>
<p><strong>4.</strong> Harga yang terjangkau</p>
<p>Sebetulnya &#8216;harga yang terjangkau&#8217; itu sifatnya relatif. Tergantung dari seberapa besar manfaat layanan SaaS  yang kita sediakan dirasakan oleh pelanggan. Namun demikian, jika kita mampu menciptakan sebuah layanan generik yang memiliki potensi pasar yang besar, tentu saja kita bisa memberikan layanan semurah mungkin tentu saja dalam batas-batas yang masih menguntungkan.</p>
<p>SaaS seperti layaknya bisnis retail, berfokus pada volume.</p>
<p>Sebetulnya ada satu lagi faktor yang bisa mempercepat penetrasi layanan SaaS yang kita berikan. Yaitu bekerjasama dengan operator penyedia jaringan akses internet atau Internet Network Provider.</p>
<p>Dengan bekerjasama dengan Network Provider, terutama yang telah memiliki pelanggan korporasi, membuka kesempatan kita untuk menyediakan layanan SaaS melalui Private Cloud atau Hybrid Cloud sebagai komplemen terhadap layanan SaaS yang disediakan melalui Public Cloud.</p>
<p>Dalam beberapa kasus, pelanggan korporasi lebih nyaman jika delivery layanan SaaS dilakukan melalui Private Cloud, meskipun harus membayar sedikit lebih mahal. Karena melalui jenis cloud ini, traffic layanan tersebut tidak tercampur dengan traffic internet publik sehingga performansi lebih bagus selain juga tingkat keamanan yang lebih tinggi.</p>
<p>Bagi penyedia jaringan sendiri, bekerjasama dengan pengembang layanan SaaS menjadi keuntungan sendiri, karena layanan tersebut dapat menjadi traffic generator bagi jaringan yang mereka miliki, yang berarti juga tambahan pendapatan buat mereka.</p>
<p>Beberapa penyedia layanan jaringan telah melihat potensi ini, bahkan beberapa di antaranya sudah menyiapkan layanan Infrastructure as a Service (IaaS) yang dapat dimanfaatkan oleh pengembang layanan SaaS untuk menggelar layanan mereka, dengan harga yang cukup murah.</p>
<p>Bahkan ada penyedia layanan jaringan yang menggratiskan biaya sewa infrastrukturnya bagi pengembang layanan SaaS.<br />
<strong><br />
Motor Pendorong</strong></p>
<p>Melalui uraian diatas dapat dilihat potensi dari layanan Software as a Service yang diharapkan dapat menjadi motor pendorong roda ekonomi berbasis internet di Indonesia ini. Mudah-mudahan uraian ini juga menjadi jawaban bagi pertanyaan sang investor asing tersebut tentang bagaimana mereka dapat mengambil keuntungan dari pasar internet Indonesia yang (katanya) besar ini.</p>
<p>Karena bagi kalangan investor, mungkin akan lebih menjanjikan jika menanamkan uang nya di startup company yang memiliki visi untuk pengembangan layanan SaaS untuk pelanggan korporasi, dibandingkan dengan startup company yang masih berkutat dalam membuat layanan-layanan internet yang ditujukan kepada pasar individu.</p>
<p>Mengingat kondisi pasar internet Indonesia yang saat ini masih menemui hambatan untuk berkembang. Penulis sendiri memprediksi berbagai hambatan yang sudah di sebutkan sebelumnya, belum akan benar-benar teratasi hingga 5 tahun ke depan. Dan dalam kurun waktu 5 tahun tersebut, tentu lebih dari cukup bagi pengembang solusi untuk membuat layanan SaaS yang mumpuni dan menangguk untung dari pasar korporasi.</p>
<p>Saat ini, dimana masih sedikit pemain yang serius menggarap pasar SaaS untuk korporasi, merupakan saat yang tepat untuk mengklaim kavling anda, sehingga saat pasar cloud computing mulai ramai dalam kurun waktu 3-5 tahun mendatang, Anda sudah memiliki<em>competitive advantage</em> dalam bentuk layanan yang lebih matang dan pemahaman pasar yang lebih baik dibandingkan para pemain baru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pelangihatiku.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pelangihatiku.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pelangihatiku.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pelangihatiku.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pelangihatiku.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pelangihatiku.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pelangihatiku.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pelangihatiku.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pelangihatiku.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pelangihatiku.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pelangihatiku.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pelangihatiku.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pelangihatiku.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pelangihatiku.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=248&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/12/27/pemecah-kebuntuan-bisnis-internet-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e59bcf5dbffaf2f751c4d628dedcef96?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">valenagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesetiaan Bintang</title>
		<link>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/06/23/kesetiaan-bintang/</link>
		<comments>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/06/23/kesetiaan-bintang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 14:59:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>valenagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi dan Lirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangihatiku.wordpress.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Bintang&#8230; Begitu lengang aku terhadapmu Begitu bodoh ku tak mengenalimu Kau telah banyak memancarkan cahaya namun ku biasa Kau telah banyak menyimpan warna namun ku tak peka Begitu setia kau menemani namun ku tak menyadari Bintang&#8230; kau sangat indah dan memesona menghiasi langit di kala malam terang menemani awan yang tertetutup malam Menghibur rasa gundah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=244&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Bintang&#8230;<br />
Begitu lengang aku terhadapmu<br />
Begitu bodoh ku tak mengenalimu<br />
Kau telah banyak memancarkan cahaya<br />
namun ku biasa</p>
<p>Kau telah banyak menyimpan warna<br />
namun ku tak peka<br />
Begitu setia kau menemani<br />
namun ku tak menyadari</p>
<p>Bintang&#8230;<br />
kau sangat indah dan memesona<br />
menghiasi langit di kala malam terang<br />
menemani awan yang tertetutup malam<br />
Menghibur rasa gundah menjadi suka<br />
memesona mata yang takkan pernah jera</p>
<p>Bintang&#8230;<br />
kan ku simpan sinarmu, dan<br />
kan kusimpan warnamu sampai akhir dunia ini</p></blockquote>
<p>&#8212;-by: Awan. ^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pelangihatiku.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pelangihatiku.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pelangihatiku.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pelangihatiku.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pelangihatiku.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pelangihatiku.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pelangihatiku.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pelangihatiku.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pelangihatiku.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pelangihatiku.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pelangihatiku.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pelangihatiku.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pelangihatiku.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pelangihatiku.wordpress.com/244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=244&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/06/23/kesetiaan-bintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e59bcf5dbffaf2f751c4d628dedcef96?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">valenagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tauhid di Hati Lelaki Buta dan Patah Hidungnya</title>
		<link>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/05/21/tauhid-di-hati-lelaki-buta-dan-patah-hidungnya/</link>
		<comments>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/05/21/tauhid-di-hati-lelaki-buta-dan-patah-hidungnya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 02:59:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>valenagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangihatiku.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Usianya sudah tua. Matanya buta. Wajahnya rusak. Hidungnya patah. Di majelis Khalifah Walid bin Abdul Malik di Damaskus, hari itu, ia hadir untuk sebuah pesan: kesadaran bertauhid, bahwa Allah benar-benar Maha Kuasa. Di sudut lain ada sosok terhormat. Keponakan Rasuulullah, Urwah bin Zubair. Ibunya adalah Asma&#8217; binti Abu Bakar, saudari Aisyah binti Abu Bakar. Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=241&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Usianya sudah tua. Matanya buta. Wajahnya rusak. Hidungnya patah. Di<br />
majelis Khalifah Walid bin Abdul Malik di Damaskus, hari itu, ia hadir<br />
untuk sebuah pesan: kesadaran bertauhid, bahwa Allah benar-benar Maha<br />
Kuasa.<br />
Di sudut lain ada sosok terhormat. Keponakan Rasuulullah, Urwah bin<br />
Zubair. Ibunya adalah Asma&#8217; binti Abu Bakar, saudari Aisyah binti Abu<br />
Bakar. Dalam keadaan berkaki satu, hari itu, ia juga menghadirkan sebuah<br />
pesan: kesadaran bertauhid, bahwa Allah benar-benar Maha Kuasa.<br />
<span id="more-241"></span><br />
Dalam perjalanannya menghadap khalifah dari Madinah ke Syria, Urwah<br />
terkena penyakit parah pada kakinya. Tak ada jalan lain kecuali harus<br />
diiamputasi. Begitu tersadar setelah pingsan karena dipotong kakinya, ia<br />
harus menerima kabar lain, satu dari ketujuh anaknya meninggal. Ketika<br />
Khalifah memberikan ucapan belasungkawa, Urwah menjaawab, &#8220;Aku diberi<br />
tujuh anak, diambil satu. Aku diberi dua kaki dan dua tangan, diambil<br />
satu. Sungguh, bila Allah menguji, betapa ia dalam waktu yang lama telah<br />
memberi kenyamanan. Bila ia mengambil, betapa dalam waktu yang lama ia<br />
telah memberi. Aku berrharap, bisa berkumpul di surga kelak dengan<br />
apa-apa yang telah Allah ambil.&#8221;</p>
<p>Sepertinya Urwah ingin menjelaskan keyakinan hatinya, bahwa apa yang<br />
disisakan oleh Allah, jauh lebih banyak dari apa yang Ia ambil. Anaknya<br />
meninggal satu, masih ada enam. Bahwa kelapangan yang diberikan oleh<br />
Allah, jauh lebih luas dari kesempitan yang Ia ujikan. Ia masih punya<br />
dua tangan dan satu kaki.</p>
<p>Hari itu, dua orang yang shalih, yang sama-sama menyandang cobaan tidak<br />
ringan, duduk dalam satu majelis, untuk sebuah pesan: kesadaran<br />
bertauhid, bahwa Allah sungguh-sungguh berkuasa atas segala hamba-Nya.<br />
Tetapi bersama kuasa-Nya juga ada kasih sayang-Nya.</p>
<p>&#8220;Apa yang membuat keadaan engkau seperti ini?&#8221; Tanya Urwah kepada lelaki<br />
tua yang buta, yang rusak wajahnya, dan patah hidungnya itu.</p>
<p>&#8220;Dulu aku tinggal di suatu kampung. Tidak ada di kampung itu orang yang<br />
kaya kecuali aku. Tidak ada yang lebih banyak hartanya, kekayaan<br />
halalnya, juga keluarganya yang melebihi diriku. Lalu datanglah banjir<br />
di malam hari. Sekejap banjir itu melenyapkan keluargaku. Hingga pagi<br />
matahari terbit, aku tidak lagi memiliki apa-apa kecuali anakku yang<br />
masih kecil dan seekor unta. Tiba-tiba unta itu lari dan aku ingin<br />
sekali menangkapnya. Belum jauh aku mengejar, anakku yang masih kecil<br />
terdengar menangis keras. Aku membalik. Temyata anak itu sudah<br />
dicabik-cabik oleh serigala. Aku tidak bisa menyelamatkan anakku. Ia<br />
tewas. Maka aku lari mengejar untaku. Tiba-tiba ia menyepak wajahku,<br />
melukai wajahku, mematahkan hidungku, dan membuatku buta.&#8221;</p>
<p>Urwah bertanya, &#8220;Bagaimana perasaan engkau saat itu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku hanya mengatakan, Ya Allah segala puji hanya milik- Mu, Engkau<br />
masih menyisakan untukku hati yang subur dan lisan yang banyak<br />
berdzikir,&#8221; jawab lelaki itu.</p>
<p>Lelaki tua berhati subur itu, adalah cermin bagi Urwah bin Zubair. Tapi<br />
Urwah bin Zubair juga cermin bagi lelaki itu. Hidup pada akhimya<br />
hannyalah pandang memandang, pantul memantul, untuk kita saling<br />
bercermin. Pada semua potret yang terpampang dalam layar hidup tempat<br />
kita saling mengaca itu, ada pasang surut kesadaran Utama kita:<br />
kesadaran bertauhid.</p>
<p>Kesadaran bertauhid merupakan puncak dari seluruh pengakuan kita akan<br />
siapa diri kita. Bahwa Allah saja Yang Maha Kuasa. Yang membuat kita<br />
ada. Memberi kita nafas, memberi kita hidup, tapi tidak benar-benar<br />
memberi kita kuasa sepenuhnya. Bahkan tubuh yang kita gunakan untuk<br />
menikmati, bukan milik kita sendiri. Kita memakai tapi tak pernah bisa<br />
menguasai. Dalam maknanya yang benar tentang semua itu, kita kemudian<br />
bisa merasakan di dasar hati yang paling dalam, bahwa pada akhirnya,<br />
kita hanyalah manusia.</p>
<p>Ini yang disebut dengan hidup yang berpusar dan berpusat pada Allah.<br />
Kita memusarkan segala sikap dan tindakan kita ke sana. Ke dalam<br />
kesadaran akan kuasa Allah. Dengan segala sifat dan asma-Nya yang Mulia.</p>
<p>Enam detik gempa di Padang adalah derita panjang. Saat itu dan sesudah<br />
itu. Ratusan orang hilang belum ditemukan. Tertimbun tanah dan<br />
reruntuhan bangunan. Enam detik dalam kua Allah bisa mengubah banyak<br />
hal. Meluluhlantakan kota Padang dan sekitarnya. Tetapi enam detik jauh<br />
lebih lama dari waktu yang dipakai Allah untuk berkata &#8216;Kun&#8221; (jadilah).<br />
Maka menyadari betapa Allah Maha Kuasa adalah keniscayaan yang harus<br />
terus menerus kita perbaharui.</p>
<p>Kesadaran bertauhid punya ujiannya yang banyak. Yang paling sering<br />
adalah kelalaian dan kelengahan. Kita bukannya tidak tahu, tapi kita<br />
sering lalai, untuk terus dan terus berada dalam kesadaran penuh, betapa<br />
Allah Maha Kuasa. Kesadaran bertauhid harus kita peroleh dari dua mata<br />
air. Pertama dari penjelasan dalil yang mengajarkan kepada kita<br />
makna-makna eksistensi ketuhanan Allah dan segala konsekuensinya. Mata<br />
air pertama ini merupakan pembimbing utama. Sebab kita memerlukan wahyu<br />
sebagai petunjuk jalan yang benar. Dengan bimbingan wahyu kita tahu<br />
bagaimana beriman kepada Allah. Bersandar, memohon, berharap dengan<br />
penuh, meminta dengan jujur kepada-Nya.</p>
<p>Melalui ayat Al-Qur&#8217;an kita menyadari, bahwa semua yang ada di alam<br />
semesta ini ada dalam kuasa-Nya. Allah berfirman, &#8220;Dan Dialah yang<br />
meneciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di<br />
waktu Dia mengaatakan: &#8216;Jadilah, lalu terjadilah&#8217;, dan di tangan-Nyalah<br />
segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib<br />
dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.&#8221;</p>
<p>Mata air kedua adalah penghayatan atas realitas. Dalam bahasa lain<br />
disebut dengan ayat kauni. Mata air kedua ini kita peroleh dengan<br />
banyak-banyak merenungkan, memikirkan, dan menghayati tanda-tanda<br />
kehidupan yang ada di alam semesta ini. Seperti penjelasan Allah, &#8220;Kami<br />
akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di<br />
segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka<br />
bahwa Al Qyr&#8217;an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi<br />
kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?&#8221;</p>
<p>Seringkali kita lemah dalam menimba dua mata air itu. Jarangnya kita<br />
membaca AI-Qur&#8217;an mungkin sama dengan jarangnya kita menghayati ayat<br />
kauniyah . Padahal, di dalam ayat AI-Qur&#8217;an Allah berfirman menjelaskan<br />
kuasa-Nya, dan di ranah kauniyah Allah membuktikan kuasa-Nya.</p>
<p>Cara kita memperolah kesadaran berrtauhid juga punya dua jalan. Pertama<br />
kesadaran kumulatif. Kedua, kesadaran reaktif. Kesadaran kumulatif<br />
adalah kesadaran yang kita tambahkan ke dalam diri kita hari demi hari,<br />
saat demi saat, dengan peristiwa-peristiwa kecil yang kita jalani<br />
sehari-hari. Setiap kali kita memasuki hari baru, misalnya, dengan penuh<br />
jernih hati kita menambahkan rasa syukur kita kepada Allah. Bahwa masih<br />
ada hidup yang terberikan. Dalam sesuap nasi yang kita santap, atau<br />
seteguk air yang membasahi keronggkongan, kita terus merasakan karunia<br />
dan syukur kepada Allah. Begitu seterusnya. Bila malam tiba, dalam lelah<br />
yang tak beraturan, kita bersyukur, bahwa kesempatan istirahat itu masih<br />
diberikan.</p>
<p>Kesadaran reaktif, adalah kesadaran yang kita peroleh dari sebuah<br />
peristiwa besar atau sangat besar yang tidak setiap saat terjadi, yang<br />
diberikan Allah keepada kita. Kesadaran reaktif ini bisa terrjadi dalam<br />
bentuk musibah yang sangat mengerikan, dengan korban yang sangat<br />
menyedihkan.</p>
<p>Semua kita berduka untuk para korban bencana di Sumatera. Dalam kadar<br />
yang berbeda, semua kita pasti memiliki reaksi kesadaran bertauhid.<br />
Bahwa semua ini terjadi atas kuasa Allah. Kesadaran kumulatif bisa kita<br />
lakukan secara sukarela, tetapi kesadaran reaktif tidak bisa terhindari.<br />
Suka atau tidak ia akan hadir dalam hati kecil kita, sebagai reaksi atas<br />
ketidakberdayaan kita.</p>
<p>Kesadaran bertauhid secara kumulatif seringkali tidak kita tumbuhkan<br />
secara baik. Akibatnya, terlalu banyak dari kita yang setiap hari<br />
mengalami defisit kesadaran bertauhid. Defisit kesadaran adalah kondisi<br />
dimana jumlah satuan-satuan peristiwa yang menambah kesadaran bertauhid<br />
kita dengan satuan-satuan peristiwa yang menambah kelalaian kita tidak<br />
sebanding.</p>
<p>Dengan kata lain, jumlah peristiwa yang menambah kelalaian kita lebih<br />
banyak dari jumlah peristiwa yang menambah kesadaran kita.</p>
<p>Karenanya, bencana, musibah, ujian besar, dan peristiwa-peristiwa<br />
dahsyat yang mengguncang jiwa, secara tidak langsung merupakan cara<br />
Allah menambal defisit kesadaran bertauhid kita. Kesadaran reaktif kita<br />
akan mengisi kekurangan kesadaran kumuIatif kita. Tapi itu bukan tanpa<br />
duka dan air mata. Itu sebabnya kita tidak boleh memohon bencana. Tetapi<br />
dalam pengertian lain, bila bencana itu oleh Allah juga disebut lantaran<br />
ulah kita sendiri, ada andil dosa kita sendiri, maka di balik itu ada<br />
pesan sangat penting: jangan sampai kesadaran kumulatif kita dalam<br />
bertauhid mengalami defisit. Agar tidak sampai harus ditambal dengan<br />
kesadaran reaktif. Sebab kesadaran kumulatif bisa kita lakukan dengan<br />
sukarela, bisa kita hasilkan dari hal-hal yang menyenangkan, dalam<br />
satuan-satuan peristiwa kecil yang tidak terlampau mengguncang batin.<br />
Sebaliknya, dalam kesadaran reaktif akibat takdir-takdir besar berupa<br />
musibah, bencana, atau malapetaka, selalu ada tangis, korban, kematian,<br />
juga keterpisahan dengan orang-orang tercinta untuk selamanya.</p>
<p>Bagaimana dengan yang dialami Urwah dan lelaki tua dan buta itu? Pada<br />
diri Urwah bin Zubair, atau lelaki tua yang buta, rusak wajahnya dan<br />
patah hidungnya itu, kita bisa belajar kesempurnaan kesadaraan. Sebab<br />
bagi keduanya, keesadaran reaktif hanya penyempurna bagi kesadaran<br />
kumulatif mereka yang tak pernah mengalami defisit. Maka kita bisa<br />
menyaksikan ungkapan kata- kata keduanya dalam menyikapi semua musibah<br />
yang mereka alami. Kata-kata itu, kalimat-kalimat itu, adalah mutiara<br />
kesempurnaan dalam bertauhid.</p>
<p>Maka, mengertilah kita. Bahwa kita hanyalah satu dari tiga golongan.<br />
Pertama, di antara kita ada yang mengalami defisit kesadaran bertauhid.<br />
Kedua, ada yang impas setelah ditambal sana sini termasuk dengan<br />
bencana. Ketiga, mereka yang memiliki surplus kesadaran, seperti yang<br />
dicontohkan oleh Urwah bin Zubair dan lelaki tua itu. Maka, mengertilah<br />
kita. Bahwa dalam seebuah bencana yang menelan banyak jiwa, bisa jadi<br />
itu cara Allah menambal defisit kesadaran sebagian mereka, tapi juga<br />
cara Allah meningkatkan dan menyempurnakan kesadaran bertauhid sebagian<br />
yang lainnnya.</p>
<p>&#8220;Apabila langit terbelah, dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah<br />
semestinya langit itu patuh. Dan apabila bumi diratakan. Dan memuntahkan<br />
apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, dan patuh kepada Tuhannya,<br />
dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu manusia akan<br />
mengetahui akibat perbuatannya). Hai manusia, sesungguhnya kamu telah<br />
bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan<br />
menemui-Nya.&#8221;</p>
<p>Hidup pada akhimya adalah pandang memandang di antara kita, pantul<br />
memantul, untuk kita saling bercermin. Pada semua potret yang terpampang<br />
dalam layar hidup tempat kita saling mengaca itu, ada pasang surut<br />
kesadaran utama kita: kesadaran bertauhid. Bahwa Allah saja Yang Maha<br />
Kuasa. Dalam maknanya yang benar, positif, dan optimistik tentang semua<br />
itu, kita kemudian bisa merasakan di dasar hati yang paling dalam, bahwa<br />
pada akhimya, kita hanyalah manusia.</p>
<p>Seperti Urwah bin Zubair yang secara rela memilih sikapnya. Juga lelaki<br />
tua, buta, dan patah hidungnya itu yang telah mengambil jalan menuju<br />
surplus kesadarannya, kita bisa melihat ke dalam diri sendiri, seperti<br />
apa sejujumya kesadaran bertauhid kita.[]</p>
<p>________ akhir artikel ________</p>
<p>Tarbawi Edisi 2l3, 22 Oktober 2009<br />
Tauhid di Hati Lelaki Buta dan Patah Hidungnya<br />
Oleh: Ustd. Ahmad Zairofi AM</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pelangihatiku.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pelangihatiku.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pelangihatiku.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pelangihatiku.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pelangihatiku.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pelangihatiku.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pelangihatiku.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pelangihatiku.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pelangihatiku.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pelangihatiku.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pelangihatiku.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pelangihatiku.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pelangihatiku.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pelangihatiku.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=241&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/05/21/tauhid-di-hati-lelaki-buta-dan-patah-hidungnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e59bcf5dbffaf2f751c4d628dedcef96?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">valenagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Istriku Bukan Bidadari, Tapi Aku Pun Bukan Malaikat&#8221;</title>
		<link>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/04/28/istriku-bukan-bidadari-tapi-aku-pun-bukan-malaikat/</link>
		<comments>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/04/28/istriku-bukan-bidadari-tapi-aku-pun-bukan-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 03:09:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>valenagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indahnya Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangihatiku.wordpress.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Istriku Bukan Bidadari, Tapi Aku Pun Bukan Malaikat&#8221; Alhamdulillah, salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan sahabatnya. Anda telah berkeluarga? Bagaimana pengalaman Anda selama mengarungi bahtera rumah tangga? Semulus dan seindah yang Anda bayangkan dahulu? Mungkin saja Anda menjawab, &#8220;Tidak.&#8221; Akan tetapi, izinkan saya berbeda dengan Anda: &#8220;Ya,&#8221; bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=238&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Istriku Bukan Bidadari, Tapi Aku Pun Bukan Malaikat&#8221;</p>
<p>Alhamdulillah, salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan sahabatnya.</p>
<p>Anda telah berkeluarga? Bagaimana pengalaman Anda selama mengarungi  bahtera rumah tangga? Semulus dan seindah yang Anda bayangkan dahulu?</p>
<p>Mungkin saja Anda menjawab, &#8220;Tidak.&#8221;</p>
<p>Akan tetapi, izinkan saya berbeda dengan Anda: &#8220;Ya,&#8221; bahkan lebih indah  daripada yang saya bayangkan sebelumnya.<br />
<span id="more-238"></span><br />
Saudaraku, kehidupan rumah tangga memang penuh dengan dinamika,  lika-liku, dan pasang surut. Kadang Anda senang, dan kadang Anda  bersedih. Tidak jarang, Anda tersenyum di hadapan pasangan Anda, dan  kadang kala Anda cemberut dan bermasam muka.</p>
<p>Bukankah demikian, Saudaraku?</p>
<p>Berbagai tantangan dan tanggung jawab dalam rumah tangga senantiasa  menghiasi hari-hari Anda. Semakin lama umur pernikahan Anda, maka  semakin berat dan bertambah banyak perjuangan yang harus Anda tunaikan.</p>
<p>Tanggung jawab terhadap putra-putri, pekerjaan, karib kerabat,  masyarakat, dan lain sebagainya.</p>
<p>Di antara tanggung jawab yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan  Anda ialah tanggung jawab terhadap pasangan hidup Anda.</p>
<p>Sebelum menikah, sah-sah saja Anda sebagai calon suami membayangkan  bahwa pasangan hidup Anda cantik rupawan, bangsawan, kaya raya, patuh,  pandai mengurus rumah, penyayang, tanggap, sabar, dan berbagai gambaran  indah.</p>
<p>Bukankah demikian, Saudaraku?</p>
<p>تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا  وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ</p>
<p>&#8220;Biasanya, seorang wanita dinikahi karena empat pertimbangan: harta  kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, hendaknya  engkau lebih memilih wanita yang beragama, niscaya engkau beruntung.&#8221;  (Muttafaqun &#8216;alaihi)</p>
<p>Al-Qurthubi menjelaskan makna hadits ini dengan berkata, &#8220;Empat  pertimbangan inilah yang biasanya mendorong seorang lelaki untuk  menikahi seorang wanita. Dengan demikian, hadits ini sebatas kabar  tentang fakta yang terjadi di masyarakat, dan bukan perintah untuk  menjadikannya sebagai pertimbangan. Secara tekstual pun, hadits ini  menunjukkan bahwa dibolehkan menikahi seorang wanita dengan keempat  pertimbangan itu. Akan tetapi, hendaknya pertimbangan agama lebih  didahulukan.&#8221;</p>
<p>Keterangan al-Qurthubi ini semakna dengan hadits yang diriwayatkan oleh  shahabat Abdullah bin Amr al-&#8217;Ash radhiyallahu &#8216;anhu, &#8220;Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>لاَ تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ  يُرْدِيَهُنَّ وَلاَ تَزَوَّجُوهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى  أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى  الدِّينِ وَلَأَمَةٌ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينٍ أَفْضَلُ</p>
<p>&#8216;Janganlah engkau menikahi wanita hanya karena kecantikan parasnya,  karena bisa saja parasnya yang cantik menjadikannya sengsara. Jangan  pula engkau menikahinya karena harta kekayaannya, karena bisa saja harta  kekayaan yang ia miliki menjadikan lupa daratan. Akan tetapi, hendaklah  engkau menikahinya karena pertimbangan agamanya. Sungguh, seorang budak  wanita berhidung pesek dan berkulit hitam, tetapi ia patuh beragama,  lebih utama dibanding mereka semua.&#8217;&#8221; (Hr. Ibnu Majah; oleh al-Albani  dinyatakan sebagai hadits yang lemah)</p>
<p>Akan tetapi, sekarang, setelah Anda menikah, terwujudkah seluruh impian  dan gambaran yang dahulu terlukis dalam lamunan Anda?</p>
<p>Bila benar-benar seluruh impian Anda terwujud pada pasangan hidup Anda,  maka saya turut mengucapkan selamat berbahagia di dunia dan akhirat.  Bila tidak, maka tidak perlu berkecil hati atau kecewa.</p>
<p>Saudaraku, besarkan hati Anda, karena nasib serupa tidak hanya menimpa  Anda seorang, tetapi juga menimpa kebanyakan umat manusia.</p>
<p>عَنْ أَبِى مُوسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَمُلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيرٌ، وَلَمْ  يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِ إِلاَّ آسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ، وَمَرْيَمُ  بِنْتُ عِمْرَانَ، وَإِنَّ فَضْلَ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ  الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ</p>
<p>Abu Musa radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda, ‘Banyak lelaki yang berhasil menggapai kesempurnaan,  sedangkan tidaklah ada dari wanita yang berhasil menggapainya kecuali  Asiyah istri Fir&#8217;aun dan Maryam binti Imran. Sesungguhnya, kelebihan  Aisyah dibanding wanita lainnya bagaikan kelebihan bubur daging [1]  dibanding makanan lainnya.&#8221; (Muttafaqun &#8216;alaihi)</p>
<p>Saudaraku, berbahagia dan berbanggalah dengan pasangan hidup Anda,  karena pasangan hidup Anda adalah wanita terbaik untuk Anda!</p>
<p>Anda tidak percaya? Silakan Anda membuktikannya. Bacalah sabda Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini, lalu terapkanlah pada istri  Anda.</p>
<p>لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ  مِنْهَا آخَرَ</p>
<p>&#8220;Tidak pantas bagi lelaki yang beriman untuk meremehkan wanita yang  beriman. Bila ia tidak menyukai satu perangai darinya, pasti ia puas  dengan perangainya yang lain.&#8221; (Hr. Muslim)</p>
<p>Saudaraku, Anda kecewa karena istri Anda kurang pandai memasak? Tidak  perlu khawatir, karena ternyata istri Anda adalah penyayang.</p>
<p>Anda kurang puas dengan istri Anda yang kurang pandai mengurus rumah dan  kurang sabar? Tidak usah berkecil hati, karena ia begitu cantik  rupawan.</p>
<p>Anda berkecil hati karena istri Anda kurang cantik? Segera besarkan hati  Anda, karena ternyata istri Anda subur sehingga Anda mendapatkan  karunia keturunan yang shalih dan shalihah. Coba Anda bayangkan, betapa  besar penderitaan Anda bila Anda menikahi wanita cantik akan tetapi  mandul.</p>
<p>Demikianlah seterusnya.</p>
<p>Tidak etis dan tidak manusiawi bila Anda hanya pandai mengorek  kekurangan istri, namun Anda tidak mahir dalam menemukan  kelebihan-kelebihannya. Buktikan Saudaraku, bahwa Anda benar-benar  seorang suami yang berjiwa besar, sehingga Anda peka dan lihai dalam  membaca kelebihan pasangan Anda.</p>
<p>Dahulu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu peka dan mahir dalam  membaca segala hal, termasuk suasana hati istrinya. Aisyah mengisahkan,</p>
<p>قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: إِنِّي  لَأَعْلَمُ إِذَا كُنْتِ عَنِّي رَاضِيَةً، وَإِذَا كُنْتِ عَلَيَّ غَضْبَى  . قَالَتْ: فَقُلْتُ مِنْ أَيْنَ تَعْرِفُ ذَلِكَ، فَقَالَ: أَمَّا إِذَا  كُنْتِ عَنِّي رَاضِيَةً فَإِنَّكِ تَقُولِيْنَ لاَ وَرَبِّ مُحَمَّدٍ،  وَإِذَا كُنْتِ غَضْبَى قُلْتِ لاَ وَرَبِّ إِبْرَاهِيمَ. قَالَتْ: قُلْتُ  أَجَلْ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا أَهْجُرُ إِلاَّ اسْمَكَ</p>
<p>“Pada suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda  kepadaku, ‘Sungguh, aku mengetahui bila engkau ridha kepadaku, demikian  pula bila engkau sedang marah kepadaku.’ Spontan, Aisyah bertanya,  ‘Darimana engkau dapat mengetahui hal itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Bila  engkau sedang ridha kepadaku, maka ketika engkau bersumpah, engkau  berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Muhammad. Adapun bila engkau sedang  dirundung amarah, maka ketika engkau bersumpah, engkau berkata, ‘Tidak,  demi Tuhan Ibrahim.’’ Mendengar penjelasan ini, Aisyah menimpalinya dan  berkata, ‘Benar, sungguh demi Allah, wahai Rasulullah, ketika aku marah,  tiada yang aku tinggalkan, kecuali namamu saja.’” (Muttafaqun &#8216;alaihi)</p>
<p>Demikianlah teladan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau begitu  peka dengan suasana hati istrinya, sehingga beliau bisa membaca isi hati  istrinya dari ucapan sumpahnya. Walaupun Aisyah berusaha untuk  menyembunyikan isi hatinya, tetap bermanis muka, senantiasa berada di  sanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan berbicara seperti  biasa, namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat menebak suasana  hatinya dari perubahan cara bersumpahnya. Luar biasa, perhatian,  kejelian, dan kepekaan yang tidak ada bandingnya.</p>
<p>Tidak mengherankan, bila beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>(خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي</p>
<p>&#8220;Orang terbaik di antara kalian ialah orang yang terbaik dalam  memperlakukan istrinya, dan aku adalah orang terbaik di antara kalian  dalam memperlakukan istriku.&#8221; (Hr. At-Tirmidzi)</p>
<p>Bagaimana dengan Anda, Saudaraku? Dengan apa Anda dapat mengenali dan  meraba suasana hati pasangan Anda?</p>
<p>Saudaraku, tidak ada salahnya bila sejenak Anda kembali memutar lamunan  dan gambaran tentang istri ideal dan idaman yang pernah singgah dalam  benak Anda. Selanjutnya, bandingkan gambaran istri idaman Anda dengan  gambaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kaum wanita  berikut ini,</p>
<p>الْمَرْأَةُ كَالضِّلَعِ ، إِنْ أَقَمْتَهَا كَسَرْتَهَا، وَإِنِ  اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ</p>
<p>&#8220;Wanita itu bagaikan tulang rusuk. Bila engkau ingin meluruskannya,  niscaya engkau menjadikannya patah, dan bila engkau bersenang-senang  dengannya, niscaya engkau dapat bersenang-senang dengannya, sedangkan ia  adalah bengkok.&#8221; (Muttafaqun &#8216;alaihi)</p>
<p>Pada riwayat lain, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>لاَ تَسْتَقِيمُ لَكَ الْمَرْأَةُ عَلَى خَلِيقَةٍ وَاحِدَةٍ وَإِنَّمَا  هِيَ كَالضِّلَعُ إِنْ تُقِمْهَا تَكْسِرْهَا وَإِنْ تَتْرُكْهَا  تَسْتَمْتِعْ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ</p>
<p>&#8220;Tidak mungkin istrimu kuasa bertahan dalam satu keadaan. Sesungguhnya,  wanita itu bak tulang rusuk. Bila engkau ingin meluruskannya, niscaya  engkau menjadikannya patah. Adapun bila engkau biarkan begitu saja, maka  engkau dapat bersenang-senang dengannya, (tetapi hendaklah engkau  ingat) ia adalah bengkok.” (Hr. Ahmad)</p>
<p>Nah, sekarang, silakan Anda mengorek memori Anda tentang wanita  pendamping hidup Anda. Temukan berbagai kelebihan padanya, dan  selanjutnya tersenyumlah, karena ternyata istri Anda memiliki banyak  kelebihan.</p>
<p>Lalu, bila pada suatu hari Anda merasa tergoda oleh kecantikan wanita  lain, maka ketahuilah bahwa sesuatu yang dimiliki oleh wanita itu  ternyata juga telah dimiliki oleh istri Anda. Maka, bergegaslah untuk  membuktikan hal ini pada istri Anda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa  sallam bersabda,</p>
<p>إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ  فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا</p>
<p>&#8220;Bila engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka  segeralah datangi istrimu! Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal  yang dimiliki oleh wanita yang engkau lihat itu.&#8221; (Hr. At-Tirmidzi)</p>
<p>Demikianlah caranya agar Anda dapat senantiasa puas dan bangga dengan  pasangan hidup Anda. Anda selalu dapat merasa bahwa ladang Anda tampak  hijau, sehijau ladang tetangga, dan bahkan lebih hijau.</p>
<p>Selamat berbahagia dengan pasangan hidup yang telah Allah karuniakan  kepada Anda. Semoga Allah memberkahi bahtera rumah tangga Anda.</p>
<p>Sebaliknya, sebagai calon istri, Anda juga berhak untuk mendambakan  pasangan hidup yang tampan, gagah, kaya raya, pandai, berkedudukan  tinggi, penuh perhatian, setia, penyantun, dermawan, dan lain  sebagainya.</p>
<p>Betapa indahnya gambaran rumah tangga Anda, dan betapa istimewanya  pasangan hidup Anda, andai gambaran Anda ini dapat terwujud. Bukankah  demikian, Saudariku?</p>
<p>Saudariku, setelah Anda menikah, benarkah seluruh kriteria suami ideal  yang pernah menghiasi lamunan Anda ini terwujud pada pasangan hidup  Anda?</p>
<p>Bila benar terwujud, maka saya ucapkan selamat berbahagia di dunia dan  akhirat, dan bila tidak, maka tidak perlu berkecil hati.</p>
<p>Besarkan hatimu, wahai Saudariku! Percayalah, bahwa pada pasangan hidup  Anda ternyata terdapat banyak kelebihan.</p>
<p>Bila selama ini, Saudari ciut hati karena suami Anda miskin harta, maka  tidak perlu khawatir, karena ia penuh dengan perhatian dan tanggung  jawab.</p>
<p>Bila selama ini, Saudari kecewa karena suami Anda ternyata kurang  tampan, maka percayalah bahwa ia setia dan bertanggung jawab.</p>
<p>Andai selama ini, Saudari kurang puas karena suami Anda kurang perhatian  dengan urusan dalam rumah, tetapi ia begitu membanggakan dalam urusan  luar rumah.</p>
<p>Juga, andai selama ini, sikap suami Anda terhadap Anda kurang simpatik,  maka tidak perlu hanyut dalam duka dan kekecawaan, karena ia masih punya  jasa baik yang tidak ternilai dengan harta. Ternyata, selama ini, suami  Anda telah menjaga kehormatan Anda, menjadi penyebab Anda merasakan  kebahagiaan menimang putra-putri Anda.</p>
<p>Saudariku, Anda tidak perlu hanyut dalam kekecewaan karena suatu hal  yang ada pada diri suami Anda. Betapa banyak kelebihan-kelebihan yang  ada padanya. Berbahagia dan nikmatilah kedamaian hidup rumah tangga  bersamanya.</p>
<p>Berlarut-larut dalam kekecewaan terhadap suatu perangai suami Anda dapat  menghancurkan segala keindahan dalam rumah tangga Anda. Bukan hanya  hancur di dunia, bahkan berkelanjutan hingga di akhirat kelak.</p>
<p>Saudariku, simaklah peringatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  berikut ini. Agar anda dapat menjadikan bahtera rumah tangga Anda  seindah dambaan Anda.</p>
<p>أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ،  قِيلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ،  وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ  ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا، قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ</p>
<p>“Aku diberi kesempatan untuk menengok ke dalam neraka, dan ternyata  kebanyakan penghuninya ialah para wanita, akibat ulah mereka yang selalu  kufur/ingkar.” Spontan, para shahabat bertanya, “Apakah yang engkau  maksud adalah mereka kufur/ingkar kepada Allah?” Beliau menjawab,  “Mereka terbiasa ingkar terhadap perilaku baik, dan ingkar terhadap jasa  baik. Andai engkau berbuat baik kepada mereka seumur hidupmu, lalu ia  mendapatkan suatu hal padamu, niscaya mereka begitu mudah berkata, ‘Aku  tidak pernah mendapatkan kebaikan sedikit pun darimu.’” (Muttafaqun  &#8216;alaihi)</p>
<p>Anda mendambakan kebahagian dalam rumah tangga?</p>
<p>Temukanlah bahwa kebahagian hidup dan berumah tangga terletak pada  genggaman tangan suami Anda. Pandai-pandailah membawa diri, sehingga  suami Anda rela membentangkan kedua telapak tangannya, dan memberikan  kebahagian berumah tangga kepada Anda.</p>
<p>Percayalah Saudariku, suami Anda adalah pasangan terbaik untuk Anda.</p>
<p>إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ  فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا اُدْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ  أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ</p>
<p>“Bila seorang istri telah mendirikan shalat lima waktu, berpuasa bulan  Ramadan, menjaga kesucian dirinya, dan taat kepada suaminya, niscaya  kelak akan dikatakan kepadanya, &#8216;Silakan engkau masuk ke surga dari  pintu mana pun yang engkau suka.’” (Hr. Ahmad dan lainnya)</p>
<p>Tidakkah Anda mendambakan termasuk orang-orang mukminah yang mendapatkan  kebebasan masuk surga dari pintu yang mana pun?</p>
<p>Kunci Keberhasilan Rumah Tangga</p>
<p>Saudaraku, mungkin selama ini Anda bersama pasangan hidup Anda, terus  berusaha mencari pola rumah tangga yang dapat mendatangkan kebahagiaan  untuk Anda berdua.</p>
<p>Anda berhasil menemukannya?</p>
<p>Bila Anda berhasil, maka saya ucapkan selamat berbahagia. Adapun bila  belum, maka segera temukan kunci keberhasilan rumah tangga Anda pada  firman Allah berikut,</p>
<p>وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ  عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ</p>
<p>&#8220;Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut  cara yang ma&#8217;ruf. Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan satu  tingkat daripada istrinya.&#8221; (Qs. al-Baqarah: 228)</p>
<p>Hak pasangan Anda setimpal dengan kewajiban yang ia tunaikan kepada  Anda. Semakin banyak Anda menuntut hak Anda, maka semakin banyak pula  kewajiban yang harus Anda tunaikan untuknya.</p>
<p>Shahabat Abdullah bin &#8216;Abbas memberikan contoh nyata dari aplikasi ayat  ini dalam rumah tangganya. Pada suatu hari, beliau berkata,  &#8220;Sesungguhnya, aku senang untuk berdandan demi istriku, sebagaimana aku  pun senang bila istriku berdandan demiku, karena Allah Ta&#8217;ala telah  berfirman,</p>
<p>وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ</p>
<p>‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut  cara yang ma&#8217;ruf.’</p>
<p>Aku pun tidak ingin menuntut seluruh hakku atas istriku, karena Allah  juga telah berfirman,</p>
<p>وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ</p>
<p>‘Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan satu tingkat daripada  istrinya.’&#8221; (Hr. Ibnu Abi Syaibah dan ath-Thabari)</p>
<p>Bagaimana dengan dirimu, wahai saudara dan saudariku? Kapankah Anda  berdandan? Ketika sedang berada di rumah atau ketika hendak keluar  rumah? Selama ini, sejatinya, untuk siapa Anda berdandan? Benarkah Anda  berdandan untuk pasangan Anda, ataukah Anda berdandan dan tampil menawan  untuk orang lain?</p>
<p>Saudaraku, bahu-membahu, saling melengkapi kekurangan, dan saling  pengertian adalah salah satu prinsip dasar dalam membangun rumah tangga.  Tidak layak bagi Anda untuk berperan sebagai penonton setia ketika  pasangan Anda sedang mengerjakan pekerjaannya. Usahakan sebisa Anda  untuk turut menyelesaikan pekerjaannya. Demikianlah, dahulu Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan dalam rumah tangga beliau.</p>
<p>Aisyah radhiyallahu &#8216;anha mengisahkan,</p>
<p>كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ، فَإِذَا سَمِعَ الأَذَانَ خَرَجَ</p>
<p>&#8220;Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan sebagian  pekerjaan istrinya, dan bila beliau mendengar suara azan dikumandangkan,  maka beliau bergegas menuju ke mesjid.&#8221; (Hr. Bukhari)</p>
<p>Constance Gager, ketua studi sekaligus asisten profesor di Montclair  State University, Montclair, New Jersey, mengadakan penelitian tentang  hubungan perilaku suami-istri dengan keromantisan dalam bercinta. Ia  mengelompokkan para suami yang menjadi objek penelitiannya ke dalam dua  kelompok.</p>
<p>Kelompok pertama adalah suami-suami yang tidak peduli dan jarang  membantu pekerjaan istri. Kelompok kedua adalah suami-suami yang sering  turut serta dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga istri.</p>
<p>Hasilnya luar biasa! Suami di kelompok kedua, yaitu yang sering membantu  pekerjaan istrinya, terbukti lebih romantis dan lebih sering memadu  cinta dengan pasangannya. Hubungan yang harmonis dan indah, begitu  kental dalam rumah tangga mereka.</p>
<p>Sejatinya, penemuan ini bukanlah hal baru, karena secara logika, suami  yang dengan rendah hati membantu pekerjaan istrinya pastilah lebih  dicintai oleh istrinya. Tentunya, ini memiliki hubungan erat dengan  keromantisan suami-istri dalam bercinta.</p>
<p>Sebaliknya, istri yang peduli dengan pekerjaan suami, pun akan mengalami  hal yang sama.</p>
<p>Nah, bagaimana dengan diri Anda, wahai Saudaraku?</p>
<p>Selamat membuktikan resep manjur ini! Semoga berbahagia, dan hubungan  Anda berdua semakin romantis dan harmonis.</p>
<p>Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi Anda. Mohon maaf bila ada  kata-kata yang kurang berkenan. Wallahu a&#8217;lam bish-shawab.</p>
<p>Penulis: Ustadz Arifin Badri, Lc., M.A.</p>
<p>Artikel: www.pengusahamuslim.com link</p>
<p>===<br />
catatan kaki:<br />
[1] Para ulama pensyarah hadits menjelaskan bahwa bubur daging adalah  makanan paling istimewa di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,  terlebih-lebih bubur daging mudah pembuatannya dan selanjutnya mudah  pula menelannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pelangihatiku.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pelangihatiku.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pelangihatiku.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pelangihatiku.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pelangihatiku.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pelangihatiku.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pelangihatiku.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pelangihatiku.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pelangihatiku.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pelangihatiku.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pelangihatiku.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pelangihatiku.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pelangihatiku.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pelangihatiku.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=238&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/04/28/istriku-bukan-bidadari-tapi-aku-pun-bukan-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e59bcf5dbffaf2f751c4d628dedcef96?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">valenagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadi Ikhwan jangan cengeng yaaach!!</title>
		<link>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/04/08/jadi-ikhwan-jangan-cengeng-yaaach/</link>
		<comments>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/04/08/jadi-ikhwan-jangan-cengeng-yaaach/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 04:27:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>valenagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangihatiku.wordpress.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Dikasih amanah pura-pura batuk.. Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk.. Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk.. Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut.. Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk.. Terus dakwah gimana? digebuk? Jadi Ikhwan jangan cengeng.. Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic.. udah gitu yang nantikanku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=233&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Dikasih amanah pura-pura batuk..<br />
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..<br />
Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..<br />
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..<br />
Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..<br />
Terus dakwah gimana? digebuk?</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic..<br />
udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit..<br />
Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..<br />
Kesehariannya malah jadi genit..<br />
Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..<br />
Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt…<br />
<span id="more-233"></span><br />
Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..<br />
Rencana awal cuma kirim Tausyiah..<br />
Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah..<br />
Terselip mikir rencana walimah?<br />
Tapi nggak berani karena terlalu wah!<br />
Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Abis nonton film palestina semangat membara..<br />
Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..<br />
Semangat jadi penontonnya luar biasa..<br />
Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan sama dengan hidup sengsara..<br />
Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Ngumpet-ngumpet buat pacaran..<br />
Ketemuan di mol yang banyak taman..<br />
Emang sih nggak pegangan tangan..<br />
Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan..<br />
Oh romantisnya, dunia pun heran..<br />
Kalo ketemu Murabbi atau binaan..<br />
Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?<br />
Oh malunya sama Murabbi atau binaan?<br />
Sama Allah? Nggak kepikiran..<br />
Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. .</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Disuruh infaq cengar-cengir. .<br />
Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..<br />
Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..<br />
Suruh tenang dan berdzikir..<br />
Malah tangan yang ketar-ketir. .<br />
Leher saudaranya mau dipelintir!</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..<br />
Malah nyari Aminah..<br />
Aminah dapet, terus Walimah..<br />
Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..<br />
Dakwah yang dulu kemanakah?<br />
Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah..<br />
Duh duh… Amanah Aminah..<br />
Dakwah.. dakwah..<br />
Kalah sama Aminah..</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Buka facebook liatin foto akhwat..<br />
Dicari yang mengkilat..<br />
Kalo udah dapet ya tinggal sikat..<br />
Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat..<br />
&#8220;Assalammu&#8217;alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?&#8221;<br />
Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..<br />
Akhwatnya terpikat..<br />
Mau juga ditraktir secara cepat..<br />
Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…<br />
yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT!<br />
Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..<br />
badan goyang-goyang kayak ulat..<br />
Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..<br />
Kasusnya sih kebanyakan yang `gulat&#8217;..<br />
Zina pun menjadi hal yang nikmat..<br />
Udah pasti dapet laknat..<br />
Duh.. maksiat.. maksiat…</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Ilmu nggak seberapa hebat..<br />
Udah mengatai Ustadz..<br />
Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..<br />
Baca qur&#8217;an tajwid masih perlu banyak ralat..<br />
Lho kok udah berani nuduh ustadz..<br />
Semoga tuh otaknya dikasih sehat..</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Status facebook tiap menit ganti..<br />
Isinya tentang isi hati..<br />
Buka-bukaan ngincer si wati..<br />
Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..<br />
Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..<br />
Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..<br />
Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..<br />
Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..<br />
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..<br />
Kepala cenat-cenut kebingungan. .<br />
Oh kasihan.. Mendingan cacingan..</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..<br />
Makin bingung nyari teladan..<br />
Teladannya bukan lagi idaman..<br />
Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..<br />
Mau jadi putih nggak kuat nahan..<br />
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..<br />
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..<br />
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Diajakain dauroh alasannya segudang..<br />
Semangat cuma pas diajak ke warung padang..<br />
Atau maen game bola sampe begadang..<br />
Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..<br />
Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..<br />
Duh.. berdendang…</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..<br />
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..<br />
Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah..<br />
Hidup sekarang jadinya agak mewah..<br />
Hidup mewah emang sah..<br />
Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Dulunya di dakwah banyak amanah..<br />
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..<br />
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..<br />
Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..<br />
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..<br />
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..<br />
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..<br />
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..<br />
Lanjutin perjuangan saya yah…</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng..<br />
Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..<br />
Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..<br />
Murabbi ikhlas dibikin melongo..<br />
Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..<br />
Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..<br />
Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo..</p>
<p>Oh noo…</p>
<p>Jadi Ikhwan jangan cengeng…<br />
Jadi Ikhwan jangan cengeng…<br />
Jadi Ikhwan jangan cengeng…<br />
Jadi Ikhwan jangan cengeng…<br />
Jadi Ikhwan jangan cengeng…</p>
<p>Akhi… banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan..<br />
Dimanapun harokahnya…</p>
<p>Akhi.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..<br />
Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..</p>
<p>Akhi.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan… karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..</p>
<p>Akhi.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…</p>
<p>Akhi.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan….. dakwah ini berat akhi.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan… tak ada kata-kata `Jadilah..!&#8217; maka hal itu akan terjadi.. yang ada `jadilah!&#8217; lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…</p>
<p>Akhi.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..<br />
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama… ?<br />
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..<br />
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..<br />
&#8220;Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu… Kuatkanlah ikatan kami…&#8221;</p>
<p>&#8220;Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da&#8217;wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma&#8217;rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.&#8221;</p>
<p>Aamiin Allahumma aamiin.</p>
<p>&#8212;&#8211;<br />
Sumber: Milis</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pelangihatiku.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pelangihatiku.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pelangihatiku.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pelangihatiku.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pelangihatiku.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pelangihatiku.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pelangihatiku.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pelangihatiku.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pelangihatiku.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pelangihatiku.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pelangihatiku.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pelangihatiku.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pelangihatiku.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pelangihatiku.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=233&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/04/08/jadi-ikhwan-jangan-cengeng-yaaach/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e59bcf5dbffaf2f751c4d628dedcef96?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">valenagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sholat Dhuha dulu, Baru beraktifitas</title>
		<link>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/01/05/sholat-dhuha-dulu-baru-beraktifitas/</link>
		<comments>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/01/05/sholat-dhuha-dulu-baru-beraktifitas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 03:07:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>valenagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangihatiku.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Status sunnah sholat dhuha tentu saja tidak berangkat dari ruang kosong. Berdasarkan tinjauan agama, paling tidak beragam keutamaanya (fadilah ) yang bisa ditarik: PERTAMA: Sholat dhuha merupakan ekspresi terimakasih kita kepada Allah SWT, atas nikmat sehat bugarnya setiap sendi tubuh kita. menurut Rasulullah SAW, setiap sendi ditubuh kita berjumlah 360 sendi yang setiap harinya harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=229&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Status sunnah sholat dhuha tentu saja tidak berangkat dari ruang kosong. Berdasarkan tinjauan agama, paling tidak beragam keutamaanya (fadilah ) yang bisa ditarik:</p>
<p>PERTAMA:<br />
Sholat dhuha merupakan ekspresi terimakasih kita kepada Allah SWT, atas nikmat sehat bugarnya setiap sendi tubuh kita. menurut Rasulullah SAW, setiap sendi ditubuh kita berjumlah 360 sendi yang setiap harinya harus kita beri sedekah sebagai makanannya. Dan kata Nabi SAW, sholat dhuha adalah makanan sendi &#8211; sendi tersebut.</p>
<blockquote><p>&#8220;Pada setiap manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya.&#8221; Lalu, para sahabat bertanya:&#8221; Ya Rasulullah SAW, siapa yang sanggup melakukannya? ” Rasulullah SAW menjelaskan: &#8220;Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu ( yang dapat mencelakakan orang ) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka sholat dhuha dua raka&#8217;at, dapat menggantikannya&#8221; ( H.R. Ahmad bin Hanbal dan Abu Daud )</p></blockquote>
<p><span id="more-229"></span></p>
<p>KEDUA:<br />
Sholat dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan nikmat Allah sepanjang hari yang akan dilalui, entah itu nikmat fisik maupun materi.</p>
<blockquote><p>Rasulullah SAW bersabda, &#8221; Allah berfirman, &#8220;Wahai anak Adam, jangan sekali kali engkau malas melakukan sholat empat raka&#8217;at pada pagi hari, yaitu sholat dhuha, niscaya nanti akan Kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya.&#8221; ( H.R. al-Hakim dan at-Tabrani).</p></blockquote>
<p>Lebih dari itu, momen sholat dhuha merupakan saat dimana kita mengisi kembali semangat hidup baru. Kita berharap semoga hari yang akan kita lalui menjadi hari yang lebih baik dari hari kemarin. Disinilah, ruang kita menanam optimisme hidup. Bahwa kita tidak sendiri menjalani hidup. Ada Sang Maha Rahman yang senantiasa akan menemani kita dalam menjalani hidup sehari-hari.</p>
<p>KETIGA:<br />
Sholat dhuha sebagai pelindung kita untuk menangkal siksa api neraka di Hari Pembalasan (Kiamat) nanti. Hal ini ditegaskan Nabi SAW dalam haditsnya,</p>
<blockquote><p>&#8220;Barangsiapa melakukan sholat fajar, kemudian ia tetap duduk ditempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan sholat dhuha sebanyak dua raka&#8217;at, niscaya Allah SWT, akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya” (H.R.al-Baihaqi)</p></blockquote>
<p>KEEMPAT:<br />
Bagi orang yang merutinkan shalat dhuha, niscaya Allah mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah SAW bersabda,</p>
<blockquote><p>“Di dalam surga terdapat pintu yang bernama bab ad-dhuha ( pintu dhuha ) dan pada hari kiamat nanti ada orang yang memanggil,&#8221; Dimana orang yang senantiasa mengerjakan sholat dhuha ? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.&#8221; ( H.R. at-Tabrani).</p></blockquote>
<p>Bila menilik serangkaian fadilah di atas, cukup beralasan, bila Nabi SAW menghimbau umatnya untuk senantiasa membiasakan diri dengan sholat dhuha ini. Kendati demikian, untuk meraih fadilah tersebut, beberapa tata cara pelaksanaannya, kiranya perlu diperhatikan</p>
<p>Jadi apakah dengan meluangkan waktu +/- 7 menit disela-sela kesibukan duniawi, kita merasa rugi karenanya?</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Sumber: none</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pelangihatiku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pelangihatiku.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pelangihatiku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pelangihatiku.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pelangihatiku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pelangihatiku.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pelangihatiku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pelangihatiku.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pelangihatiku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pelangihatiku.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pelangihatiku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pelangihatiku.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pelangihatiku.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pelangihatiku.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=229&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangihatiku.wordpress.com/2010/01/05/sholat-dhuha-dulu-baru-beraktifitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e59bcf5dbffaf2f751c4d628dedcef96?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">valenagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar menjadi Ksatria Sejati</title>
		<link>http://pelangihatiku.wordpress.com/2009/12/06/belajar-menjadi-ksatria-sejati/</link>
		<comments>http://pelangihatiku.wordpress.com/2009/12/06/belajar-menjadi-ksatria-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 13:58:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>valenagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangihatiku.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Pemberani bukanlah orang yang melindungi tunggangannya pada saat peperangan, ketika api berkobar. Akan tetapi, pemuda yang menahan padangannya dari yang diharamkan… Itulah prajurit yang ksatria! (Ibnu Jauzi) Akhii… Bila kita sempatkan diri kita untuk membaca sejarah hidup para pendahulu kita yang shalih mulai dari masa shahabat hingga para ulama salafi, niscaya kita dapati akhlak, adab, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=225&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemberani bukanlah orang yang melindungi tunggangannya pada saat peperangan, ketika api berkobar.</p>
<p>Akan tetapi, pemuda yang menahan padangannya dari yang diharamkan…<br />
Itulah prajurit yang ksatria!</p>
<p>(Ibnu Jauzi)</p>
<p><span id="more-225"></span></p>
<p>Akhii…</p>
<p>Bila kita sempatkan diri kita untuk membaca sejarah hidup para pendahulu kita yang shalih mulai dari masa shahabat hingga para ulama salafi, niscaya kita dapati akhlak, adab, dan ketegasan mereka yang menakjubkan. ‘Kan kita jumpai pula indahnya penjagaan diri mereka dari aib dan maksiat. Merekalah orang-orang yang paling bersegera menjauhi maksiat. Bahkan, sangat menjauh dari sarana dan sebab-sebab yang mendorong kepada perbuatan maksiat.</p>
<p>Bila kita membaca kehidupan anak-anak atau para remaja di masa salaf, niscaya kita dapati mereka adalah darah-darah muda yang tampak kecintaannya terhadap din, semangatnya dalam membela al-haq, dan sikap bencinya kepada perbuatan dosa. Maka, kita dapati mereka di usia muda, sudah memiliki hafalan Al-Qur’an, semangat yang besar untuk berjihad, dan kecerdasan yang menakjubkan.</p>
<p>Sebaliknya, sungguh sangat sedih hati ini. Tidakkah kita merasakan bahwa kaum muslimin saat ini terpuruk, terhina dan tidak berdaya di hadapan orang-orang kafir, padahal jumlah kita banyak? Lihatlah diri kita! Bandingkan diri kita dengan para pemuda di masa salaf! Akhi… saya, antum, kita semua pernah bermasiat. Namun, sampai kapan kita bermaksiat kepada-Nya?</p>
<p>Saya tidak mengharamkan antum berdakwah kepada wanita, karena Nabi pun berdakwah kepada wanita!<br />
Saya pun tidak mengharamkan muslim atau muslimah memanfaatkan facebook, karena untuk mengharamkan sesuatu membutuhkan dalil.<br />
Siapa yang melarangmu mendakwahi mereka akhi…?</p>
<p>Bahkan, dulu kumasih berprasangka baik padamu bahwa kau ‘kan dakwahi teman-teman lamamu, termasuk para wanita itu…<br />
Namun, yang terjadi adalah sebagaimana yang kau tahu sendiri…<br />
Tak perlu kutulis…<br />
Karena kau pasti tahu sendiri…</p>
<p>Catat! Tak kubuka friendlist FB-mu karena aku tak mencari-cari aibmu…<br />
Namun, tidakkah kau sadar bahwa FB itu sangat-sangat terbuka?<br />
Hingga dirimu sendiri yang tak sadari…<br />
Bahwa tingkah lakumu pada para akhwat itu,<br />
Dapat dilihat kawan-kawanmu yang lain, termasuk diriku…<br />
Yang inilah sebab yang mendorongku menorehkan pena dalam lembaran-lembaran ini…<br />
Duh….<br />
Betapa sering Allah menutupi aib seorang hamba…<br />
Namun dirinyalah sendiri yang membongkar aibnya…</p>
<p>Ya Allah…<br />
Kuadukan kesedihan hatiku ini hanya kepadaMu…<br />
Hanya kepadaMulah kuserahkan hatiku…<br />
Mudah-mudahan Kau mendengar doaku…<br />
Dan Kau maafkan kesalahan kawan-kawanku itu…<br />
Di samping ku terus berhadap agar Kau pun maafkan diriku…</p>
<p>Akhi…<br />
Pernahkah kau baca firman Allah yang menyinggung “mata yang berkhianat”?<br />
Baiklah, kita periksa kembali. Allah berfirman dalam surat Al-Mukmin: 19</p>
<blockquote><p>يعلم خاينة الأعين</p>
<p>“Dia mengetahui (pandangan) mata yang berkhianat”</p></blockquote>
<p>Nah, apakah yang dimaksud dengan mata yang berkhianat itu? Akhi, sesungguhnya Al-Qur’an itu turun di masa para shahabat. Shahabat Nabilah yang paling mengerti makna Al-Qur’an karena mereka hidup bersama Nabi, langsung mendapat bimbingan dan pengarahan Nabi. Maka, kini kan kubawakan tafsir Ibnu Abbas, sebagai hadiahku untukmu.</p>
<p>Akhi ingat kan siapa Ibnu Abbas? Na’am! Dia adalah ahli tafsir dari kalangan shahabat Nabi. Kudapatkan tafsir ini dari Abul Faraj Al-Jauzy (Ibnul Jauzy), dalam kitab beliau,ذم الهوى. Ibnu Abbas berkata</p>
<blockquote><p>الرجل يكون في القوم فتمر بهم المرأة فيريهم أنه يغض بصره عنها فإن رأى منهم غفلة نظر إليها فإن خاف أن يفطنوا إليه غض بصره وقد اطلع الله عز وجل من قلبه أنه يود أنه نظر إلى عورتها</p>
<p>“Seseorang berada di tengah banyak orang lalu seorang wanita melintasi mereka. Maka, ia memperlihatkan kepada kawan-kawannya bahwa MENAHAN PANDANGANNYA DARI WANITA TERSEBUT. Jika ia melihat mereka lengah, ia pandangi wanita tersebut. Dan jika ia khawatir kawan-kawannya memergokinya, ia menahan pandangannya. Padahal, Allah ‘azza wa jalla mengetahui isi hatinya bahwa ia ingin melihat aurat wanita tersebut .”</p></blockquote>
<p>.</p>
<p>Camkan itu akhi…!<br />
Kita sudah lama mengenal Islam…<br />
Kita sudah lama ngaji…<br />
Apakah seseorang yang sudah lama ngaji pantas seperti itu?<br />
Inginkah akhi dikenal manusia sebagai pemuda yang shalih…<br />
Yang senantisa menundukkan pandangan di alam nyata…<br />
Namun kau berkhianat dengan matamu…<br />
Kau tipu kawan-kawanmu yang berprasangka baik kepadamu…<br />
Tidakkah ‘kau malu kepada Allah…<br />
Yang melihatmu di kala tiada orang lain di sisimu selain laptopmu?<br />
Yang dengannya kau bisa pandangi wanita sesuka hatimu…?<br />
Yang dengannya kau bisa saling sapa dengannya mereka sepuasmu..?<br />
Yang dengannya kau bisa berbincang-bincang dengannya sekehendakmu…?</p>
<p>Akhi…<br />
Janganlah ‘kau marah padaku…<br />
Marahlah pada Ibnu Abbas jika kau mau…<br />
Karena dialah yang menjelaskan arti mata khianat kepadaku…</p>
<p>Akhi…<br />
Jika kau malu bermaksiat di hadapan kawan-kawanmu, apalagi di hadapan para wanita itu…<br />
Ketahuilah bahwa</p>
<blockquote><p>قلة حيائك ممن على اليمين وعلى الشمال وأنت على الذنب أعظم من الذنب</p>
<p>“Sedikitnya rasa malumu terhadap siapa yang berada di sebelah kanan dan sebelah kirimu, saat kamu melakukan dosa, itu lebih besar daripada dosa itu sendiri!”</p></blockquote>
<p>Eits… sebentar akhi, jangan marah dulu. Itu di atas bukan ucapan saya, tetapi ucapan Ibnu Abbas! Silakan lihat di ذم الهوى halaman 181.</p>
<p>Akhi…<br />
Apakah engkau masih sempat-sempanya tertawa, melempar senyum pada akhwat itu, meski sebatas:</p>
<p>* simbol ^__^</p>
<p>* atau kata-kata: xii…xiii..xii..,</p>
<p>* atau: hiks..hiks…hiks…,</p>
<p>* atau: hiii..hi..hi..,</p>
<p>* atau: ha..ha..ha…,</p>
<p>* atau: so sweet ukhti…,</p>
<p>atau sejenisnya yang kau tulis di wall-wall atau ruang komentar Facebook para akhwat itu!</p>
<p>Maka, Ketahuilah bahwa</p>
<blockquote><p>وضحكك وأنت لا تدري ما الله صانع بك أعظم من الذنب</p>
<p>“Tertawa saat kamu tidak tahu apa yang akan Allah perbuat terhadapmu, ITU LEBIH BESAR DARIPADA DOSA ITU SENDIRI!”</p></blockquote>
<p>dan juga</p>
<blockquote><p>وفرحك بالذنب إذا ظفرت به أعظم من الذنب</p>
<p>“Kegembiraanmu dengan dosa ketika kamu melakukannya, ITU LEBIH BESAR DARIPADA DOSA ITU SENDIRI”</p></blockquote>
<p>Afwan akhi jika antum mulai emosi (semoga tidak). Jangan lihat saya karena dua kalimat di atas bukan ucapan saya, tetapi ucapan Ibnu Abbas pula, afwan.</p>
<p>Akhi…<br />
Kalau antum masih bermudah-mudahan dalam berfacebook ria dengan para wanita itu,<br />
Ketahuilah bahwa antum adalah pengecut!<br />
Karena kalau kau berani, kau kan temui ayahnya dan kau pinang dirinya…<br />
Kalaupun hartamu tidak mendorongmu untuk itu…<br />
Kau tetap pengecut karena kau hanya “tunjukkan perhatian”…<br />
Sementara kau tidak berani “maju melangkah”…<br />
Jika kau mampu tahan pandanganmu dari “bunga-bunga” facebook itu, barulah kau ini seorang pemberani!</p>
<p>Sabar dulu akhi, jangan marah dulu. Siapa saya? Saya ini masih sama-sama belajar seperti antum, atau malah saya masih tergolong anak “baru ngaji”. Namun, mohon jikalau akhi menolak ucapan saya, perhatikanlah untaian kata yang dikutip Ibnul Jauzi di bawah ini..</p>
<blockquote><p>ليس الشجاع الذي يحمي مطيته … يوم النزال ونار الحرب تشتعل</p>
<p>لكن فتى غض طرفا أو ثنى بصرا … عن الحرام فذاك الفارس البطل</p>
<p>Pemberani bukanlah orang yang melindungi tunggangannya</p>
<p>Pada saat peperangan, ketika api berkobar</p>
<p>Akan tetapi, pemuda yang menahan padangannya dari yang diharamkan…</p>
<p>Itulah prajurit yang ksatria!</p></blockquote>
<p>Akhi…<br />
Sekali lagi, kalau kau tersinggung dengan ucapanku. Mohon janganlah kau lihat siapa saya, kawanmu ini. Saya tidak ada apa-apanya. Namun, sekali lagi, kumohon lihatlah siapa orang yang perkataannya kuhadirkan padamu. Salaf memberi nasehat kepada kita dengan untaian katanya di bawah ini:</p>
<blockquote><p>فتفهم يا أخي ما أوصيك به إنما بصرك نعمة من الله عليك فلا تعصه بنعمه وعامله بغضه عن الحرام تربح واحذر أن تكون العقوبة سلب تلك النعمة وكل زمن الجهاد في الغض لخطة فإن فعلت نلت الخير الجزيل وسلمت من الشر الطويل</p>
<p>“Pahamilah wahai saudaraku apa yang aku pesankan kepadamu…</p>
<p>Penglihatanmu tidak lain adalah nikmat dari Allah atasmu…</p>
<p>Janganlah mendurhakai-Nya dengan menggunakan nikmat-Nya….</p>
<p>Perlakukanlah penglihatan tersebut dengan menahannya dari yang haram,</p>
<p>Maka kamu beruntung.</p></blockquote>
<p>Jangan sampai engkau mendapat sangsi berupa hilangnya kenikmatan itu.</p>
<p>Waktu berjihad untuk menahan pandangan adalah sejenak.</p>
<p>Jika kau melakukannya, kau ‘kan dapatkan kebaikan yang banyak,</p>
<p>dan selamat dari keburukan yang panjang.”</p>
<p>[lihat ذم الهوى , karya أبو الفرج عبد الرحمن بن أبي الحسن الجوزي, hal. 143 ]</p>
<p>Akhi…<br />
Sekali lagi, demi Allah, saya tidak melarangmu untuk berdakwah, termasuk dakwah kepada wanita. Sudah kuterangkan di atas bahwa Nabi pun berdakwah kepada wanita.</p>
<p>Namun, wahai akhi…<br />
Antum memiliki kewajiban yang besar sebelum antum berdakwah, yaitu ilmu! Sudahkah kita berdakwah dengan ilmu? Akhi ini kutujukan pula untuk diriku: Manakah waktu yang lebih banyak kita habiskan? Mendakwahi wanita itu, atau waktu kita dalam mengikuti majelis ilmu? Silakan kita jawab sendiri.</p>
<p>Akhi…<br />
Laki-laki memang tidak dilarang bahkan bisa diwajibkan mendakwahi wanita, sebagaimana yang Nabi dan para shahabat lakukan…</p>
<p>Namun, mendakwahi mereka tidak harus lewat facebook kan? Antum bisa membuat blog/webiste yang dari situ antum bisa menulis risalah. Antum bahkan bisa berbicara di alam nyata jika diperlukan, selama tidak ada khalwat. Namun, tidakkah kita ingat bahwa para shahabat menimba ilmu dari istri Nabi tidak berhadapan langsung, tetapi di balik tabir?</p>
<p>Jika ingin berdakwah, antum bisa menukilkan artikel bermanfaat, lalau kau cantumkan di facebookmu.. Antum juga bisa membuat page, atau grup yang dengannya kau bisa kirimkan artikel kepada kaum muslimin atau muslimah sehingga bisa membaca nasehatmu. Itu saja! Lalu kau log-out dari FB. Selesai kan? TANPA KITA HARUS MELIHAT-LIHAT LAWAN JENIS dan berbincang-bincang dengannya.</p>
<p>Akhi… di saat antum akan mendakwahi wanita, di saat itu pula antum harus menjaga diri antum untuk jauh.. menjauh sejauh-jauhnya dari pintu fitnah!</p>
<p>Tidak ingatkah akhi bahwa para shahabat ketika ingin menimba ilmu kepada para istri nabi, mereka lakukan di balik tabir? Di balik tabir akhi…! Bukan melihat wajah-wajah wanita yang kau add di facebookmu itu!</p>
<p>Akhi…<br />
Jangan kau anggap ini kaku. Kalau akhi tidak percaya. Silakan periksa sendiri. Demi Allah, silakan periksa sendiri para akhwat teman-teman lama antum ketika di SLTP / SMU dulu, termasuk di kampusmu yang kau add di FB-mu.</p>
<p>Berapa di antara mereka yang menerima nasehatmu dalam praktik yang nyata?</p>
<p>Hingga para akhwat tersebut memakai hijabnya…<br />
Menutupi wajahnya dari pandanganmu…<br />
Meninggalkan maksiat-maksiat karena menrima nasehatmu..<br />
Atau akhwat-akhwat itu hanya katakan,</p>
<p>* “Subhanallah akhi…,</p>
<p>* bagus sekali nasehatnya….,</p>
<p>* izin share ya….</p>
<p>* Saya di-tag dong…</p>
<p>* Kok ana tidak di-tag akhi…?</p>
<p>* Makasih ya bang telah di-tag…</p>
<p>* Jangan bosan-bosan nasehatin ana…”</p>
<p>Bah! Jangan terburu-buru kau biarkan hatimu berbunga-bunga dengan kata-kata di atas akhi, karena</p>
<blockquote><p>و خلق الإنسان ضعيفا</p>
<p>“Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah”</p>
<p>(Q.S. An-Nisa’: 28)</p></blockquote>
<p>maka ingatlah bahwa jika akhwat itu bisa berkata-kata lembut kepadamu, padahal dia bukan istrimu, tentu dia pun akan bersikap demikian pada laki-laki lain, selain dirimu!</p>
<blockquote><p>أفق يا فؤادي من غرامك واستمع … مقالة محزون عليك شفيق</p>
<p>علقت فتاة قلبها متعلق … بغيرك فاستوثقت غير وثيق</p>
<p>Sadarlah wahai hati dari kasmaranmu, dan dengarkan!</p>
<p>Ucapan kesedihan dan kasihan kepadamu…</p>
<p>Kamu terpikat dengan gadis yang hatinya terpikat dengan selainmu!</p></blockquote>
<p>Akhi….<br />
Sebelum kau terpukau dengan gaya bahasa para akhwat itu, ingatlah bahwa Nabi memberikan peringatan kepada kita</p>
<blockquote><p>ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء</p>
<p>”Aku tidak meninggalkan sepeninggalku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki ketimbang wanita” [ H.R Bukhari dan Muslim ]</p></blockquote>
<p>.</p>
<p>Akhi…<br />
Apakah kau tidak merasakan kesedihan sebagaimana yang kurasakan? Akhi… Bagaimana mata ini tidak mengalir di saat kita baca pesan istri Nabi, Aisyah, berkata,</p>
<blockquote><p>لو أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى ما أحدث النساء اليوم لنهاهن عن الخروج أو حرم عليهن الخروج</p>
<p>“Seandainya Rasulullah melihat apa yang diperbuat kaum wanita pada hari ini, niscaya beliau melarang mereka keluar rumah atau mengharamkan mereka keluar rumah”</p></blockquote>
<p>[lihat beserta sanadnya di ذم الهوى , karya أبو الفرج عبد الرحمن بن أبي الحسن الجوزي, hal. 154][1]</p>
<p>Ya.. Allah, ‘afallahu ‘anhunna…</p>
<p>Akhi… Kapan Aisyah (radhiyallahu ‘anha) mengatakan demikian? Kapan…? Kapan…? Lebih dari seribu tahun yang lalu, akhi, di saat Islam masih di puncak kejayaannya, di saat para shahabat yang menerima langsung pengajaran nabi masih hidup.</p>
<p>Duhai Ibunda, Aisyah….</p>
<p>Kau katakan demikian…</p>
<p>di kala Nabi belum lama wafat meninggalkan dirimu…</p>
<p>di kala para shahabat terbaik masih hidup di antaramu..</p>
<p>Kau katakan demikian…</p>
<p>di kala para wanita masih tutupi dirinya dengan hijab kemuliaan</p>
<p>Aku tahu tak tahu apa yang ‘kan kau katakan…</p>
<p>Jika kau hidup di masa kami…</p>
<p>Di saat kami tenggelam dalam kotornya dunia…</p>
<p>Di saat manusia menghiasi dirinya dengan tipisnya rasa malu…</p>
<p>Di saat kaum wanita ceburkan dirinya dalam alam tabu…</p>
<p>Maka, demikian pula Engkau wahai saudariku muslimah! Jikalau tulisan ini sampai kepadamu, mengapa tidak kau katakan kepada kami, para laki-laki, suatu ucapan yang kami justru bangga mendengarnya:</p>
<blockquote><p>إليك عني! إليك عني! … فلست منك و لست مني</p>
<p>Menjauhlah kau dariku…! Menjauhlah kau dariku…!</p></blockquote>
<blockquote><p>Karna aku bukan milikmu…</p>
<p>Dan kau pun bukan bagian dari ku…</p></blockquote>
<p>Ya ukhti…<br />
Mengapa mau add, atau kau terima permintaan pertemanan facebook dengan para laki-laki, sementara ia bukan milikmu?</p>
<p>Belumkah kau ketahui tahu bahwa</p>
<blockquote><p>إن الرجال الناظرين إلى النساء</p>
<p>مثل السباع تطوف باللحمان</p>
<p>إن لم تصن تلك اللحوم أسودها</p>
<p>أكلت بلا عوض و لا أثمان</p>
<p>Laki-laki ketika melihat wanita…</p>
<p>Seperti binatang buas ketika melihat daging…</p>
<p>Jika daging-daging itu tidak disimpan dengan rapi…</p>
<p>Ia ‘kan dibabat tanpa konpensasi apapun dan tanpa harga…</p></blockquote>
<p>Ya ukhti…<br />
Belumkah sampai kepadamu pesan Nabi kita?</p>
<blockquote><p>يا معشر النساء تصدقن وأكثرن الاستغفار فإني رأيتكن أكثر أهل النار</p>
<p>“Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istighfar! Sesungguhnya aku melihat kalian sebagai penghuni mayoritas di neraka.</p>
<p>(H.R. Muslim: 132)</p></blockquote>
<p>Wahai ukhti…<br />
Tidakkah kau ingat bahwa kau pun diperintah untuk menahan pandanganmu?</p>
<blockquote><p>وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها وليضربن بخمرهن على جيوبهن</p>
<p>“Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka! Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka! Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka!”</p>
<p>(Q.S. An-Nuur: 31)</p></blockquote>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<div>
<p>Penyusun : Abu Muhammad Al-Ashri<br />
Muraja’ah dan koreksi ulang: Ustadz Abu Ukasyah Aris Munandar</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pelangihatiku.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pelangihatiku.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pelangihatiku.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pelangihatiku.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pelangihatiku.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pelangihatiku.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pelangihatiku.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pelangihatiku.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pelangihatiku.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pelangihatiku.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pelangihatiku.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pelangihatiku.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pelangihatiku.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pelangihatiku.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=225&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangihatiku.wordpress.com/2009/12/06/belajar-menjadi-ksatria-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e59bcf5dbffaf2f751c4d628dedcef96?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">valenagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>lets pray</title>
		<link>http://pelangihatiku.wordpress.com/2009/12/04/lets-pray/</link>
		<comments>http://pelangihatiku.wordpress.com/2009/12/04/lets-pray/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 01:53:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>valenagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangihatiku.wordpress.com/2009/12/04/lets-pray/</guid>
		<description><![CDATA[lets pray, originally uploaded by Valenagie Kuzevha. Baru belajar mengenal airbrushing, pakai WACOM. Ini nyata dan aseli, gw baru kenal yang namanya ini alat, ..fantastic&#8230; (lebay*). Walaupun gw pernah dengar dan liat tapi ngg pernah makai waktu dulu, tapi pas gw pakai di kantor baru, gw langsung merasa ini alat kayaknya emang udah harus gantiin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=224&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:left;padding:3px;">
<a href="http://www.flickr.com/photos/valenagie/4150384868/" title="photo sharing"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2536/4150384868_b093e4ccea.jpg" style="border:solid 2px #000000;" alt="" /></a><br />
<br />
<span style="font-size:.8em;margin-top:0;"><a href="http://www.flickr.com/photos/valenagie/4150384868/">lets pray</a>, originally uploaded by <a href="http://www.flickr.com/people/valenagie/">Valenagie Kuzevha</a>.</span>
</div>
<p>
Baru belajar mengenal airbrushing, pakai WACOM. </p>
<p>
Ini nyata dan aseli, gw baru kenal yang namanya ini alat, ..fantastic&#8230; (lebay*). Walaupun gw pernah dengar dan liat tapi ngg pernah makai waktu dulu, tapi pas gw pakai di kantor baru, gw langsung merasa ini alat kayaknya emang udah harus gantiin si tikus (mouse) apalagi buat colouring. Kebayang kalo colouring sehalus ini makai mouse, yang ada cantengan nih tangan, kenapa? karna untuk fill warna di bagian jari aja kita bisa mengklik mouse ratusan lebih untuk mendapatin warna yang halus banget. &#8230;hehe.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pelangihatiku.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pelangihatiku.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pelangihatiku.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pelangihatiku.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pelangihatiku.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pelangihatiku.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pelangihatiku.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pelangihatiku.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pelangihatiku.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pelangihatiku.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pelangihatiku.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pelangihatiku.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pelangihatiku.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pelangihatiku.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=224&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangihatiku.wordpress.com/2009/12/04/lets-pray/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e59bcf5dbffaf2f751c4d628dedcef96?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">valenagi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2536/4150384868_b093e4ccea.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rute KRL Jabodetabek &amp; Tips aman.</title>
		<link>http://pelangihatiku.wordpress.com/2009/10/22/rute-krl-jabodetabek-tips-aman/</link>
		<comments>http://pelangihatiku.wordpress.com/2009/10/22/rute-krl-jabodetabek-tips-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 10:11:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>valenagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangihatiku.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Sengaja posting artikel ini, karena insya Allah besok dah jadi warga kereta ^^. Biar ngg lupa rute dan tips amannya, maka saya posting deh. Smoga bermanfaat yach&#8230; Berikut ini adalah informasi rute atau trayek KRL Jabotabek yang mengelilingi daerah sekitar Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Stasiun yang diberi hurup kapital semua berarti disinggahi oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=221&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sengaja posting artikel ini, karena insya Allah besok dah jadi warga kereta ^^. Biar ngg lupa rute dan tips amannya, maka saya posting deh. Smoga bermanfaat yach&#8230;</p>
<p>Berikut ini adalah informasi rute atau trayek KRL Jabotabek yang mengelilingi daerah sekitar Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Stasiun yang diberi hurup kapital semua berarti disinggahi oleh kereta ekspress yang ber-ac dan tarifnya lebih mahal.</p>
<p><span id="more-221"></span></p>
<p><strong>1. Rute Pusat 1 : </strong></p>
<p>JAKARTA KOTA &#8211; Jayakarta &#8211; Mangga Besar &#8211; Sawah Besar &#8211; JUANDA &#8211; GAMBIR &#8211; GONDANGDIA &#8211; Cikini &#8211; Manggarai &#8211; Tebet &#8211; Cawang &#8211; Duren Kalibata &#8211; Pasar Minggu Baru &#8211; Pasar Minggu &#8211; Tanjung Barat &#8211; Lenteng Agung &#8211; Universitas Pancasila &#8211; Universitas Indonesia &#8211; Pondok Cina &#8211; DEPOK BARU &#8211; DEPOK &#8211; Citayam &#8211; BOJONGGEDE &#8211; Cilebut &#8211; BOGOR</p>
<p><strong>2. Rute Pusat 2 </strong>: Angke &#8211; Duri &#8211; TANAHABANG &#8211; Karet &#8211; Manggarai &#8211; Tebet &#8211; Cawang &#8211; Duren Kalibata &#8211; Pasar Minggu Baru &#8211; Pasar Minggu &#8211; Tanjung Barat &#8211; Lenteng Agung &#8211; Universitas Pancasila &#8211; Universitas Indonesia &#8211; Pondok Cina &#8211; DEPOK BARU &#8211; DEPOK &#8211; Citayam &#8211; BOJONGGEDE &#8211; Cilebut &#8211; BOGOR</p>
<p><strong>3. Rute Tangerang</strong> 1 : JAKARTA KOTA &#8211; Kampung Bandan &#8211; Angke &#8211; Duri &#8211; Grogol &#8211; Pesing &#8211; Kembangan &#8211; Bojong Indah &#8211; Rawabuaya &#8211; Kalideres &#8211; Poris &#8211; Batuceper &#8211; Tanahtinggi &#8211; TANGERANG</p>
<p><strong>4. Rute Tangerang</strong> 2 : MANGGARAI &#8211; SUDIRMAN &#8211; Karet &#8211; TANAHABANG &#8211; Duri &#8211; Grogol &#8211; Pesing &#8211; Kembangan &#8211; Bojong Indah &#8211; Rawabuaya &#8211; Kalideres &#8211; Poris &#8211; Batuceper &#8211; Tanahtinggi &#8211; TANGERANG</p>
<p><strong>5. Rute Serpong </strong>1 : JAKARTA KOTA &#8211; Kampung Bandan &#8211; Angke &#8211; Duri &#8211; TANAHABANG &#8211; Palmerah &#8211; Kebayoran &#8211; Pondok Ranji &#8211; Sudimara &#8211; Rawabuntu &#8211; SERPONG</p>
<p><strong>6. Rute Serpong</strong> 2 : MANGGARAI &#8211; SUDIRMAN &#8211; Karet &#8211; TANAHABANG &#8211; Palmerah &#8211; Kebayoran &#8211; Pondok Ranji &#8211; Sudimara &#8211; Rawabuntu &#8211; SERPONG</p>
<p><strong>7. Rute Bekasi</strong> 1 : TANAHABANG &#8211; Karet &#8211; Manggarai &#8211; Jatinegara &#8211; Cipinang &#8211; Klender &#8211; Buaran &#8211; Klenderbaru &#8211; Cakung &#8211; Rawabebek &#8211; Kranji &#8211; BEKASI</p>
<p><strong>8. Rute Bekasi </strong>2 : JAKARTA KOTA &#8211; Jayakarta &#8211; Mangga Besar &#8211; Sawah Besar &#8211; JUANDA &#8211; GAMBIR &#8211; GONDANGDIA &#8211; Cikini &#8211; Manggarai &#8211; Jatinegara &#8211; Cipinang &#8211; Klender &#8211; Buaran &#8211; Klenderbaru &#8211; Cakung &#8211; Rawabebek &#8211; Kranji &#8211; BEKASI</p>
<p><strong>9. Rute Bekasi</strong> 3 : JAKARTA KOTA &#8211; Kampungbandan &#8211; Rajawali &#8211; Kemayoran &#8211; PASAR SENEN &#8211; Gang Sentiong &#8211; Kramat &#8211; Pondokjati &#8211; Jatinegara &#8211; Cipinang &#8211; Klender &#8211; Buaran &#8211; Klenderbaru &#8211; Cakung &#8211; Rawabebek &#8211; Kranji &#8211; BEKASI</p>
<p><strong>Tambahan:</strong> Di beberapa stasiun tertentu kadang ada yang namanya karcis masuk stasiun kereta, dan karcis naik kereta. Jadi pastikan anda beli dua-duanya, jangan mengira karcis masuk stasiun adalah sama dengan karcis naik kereta.</p>
<p>Jika naik KRL ekonomi jangan menggunakan aksesoris berlebihan yang dapat menarik perhatian para kriminil, selalulah waspada.</p>
<p>1. Hindari jam berangkat atau pulang kerja. Biasakan di awal (pagi sekali) ataupun agak telat sedikit ketika pulang tidak apa-apa.<br />
2. Jangan menggunakan aksesoris berlebihan (emas, jam canggih, dll) karena anda sama saja dengan memancing perhatian copet.<br />
3. Jangan menaruh barang bawaan jauh dari jangkauan anda, bahkan jangan pernah di taruh di tempat tas yang letaknya di atas tempat duduk jika bika bukan barang bawaan yang banyak atau berat.<br />
4. Jangan duduk di dekat pintu masuk kereta, akan memudahkan operandi copet. Karena ketika kereta mulai berjalan sang copet segera mencuri kalung, gelang, atau tas dan kemudian loncat sehingga anda tidak dapat mengejar, karena kereta sedang berjalan.<br />
5. Ketika turun / naik dari/ ke kereta, jangan berdesak2xan dengan orang yang mencurigakan, karena mereka adalah gerombolan copet.<br />
6. Jangan bengong, selalu waspada. Orang berpakaian kantor pun bisa jadi pencopet.<br />
7. Bawa parfum, jangan sampai ketika tiba di kantor anda bau ketek bengek. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
8. Jangan berdiri di dekat pintu kereta. Kecuali anda sudah bosan hidup.<br />
9. Beli karcis, anda tidak mau kan kena denda 10x lipat. apalagi itu adalah asuransi.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Sumber: Blog  paintofveil</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pelangihatiku.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pelangihatiku.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pelangihatiku.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pelangihatiku.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pelangihatiku.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pelangihatiku.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pelangihatiku.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pelangihatiku.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pelangihatiku.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pelangihatiku.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pelangihatiku.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pelangihatiku.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pelangihatiku.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pelangihatiku.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=221&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangihatiku.wordpress.com/2009/10/22/rute-krl-jabodetabek-tips-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e59bcf5dbffaf2f751c4d628dedcef96?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">valenagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membersihkan Sensor Kamera DSLR</title>
		<link>http://pelangihatiku.wordpress.com/2009/10/11/membersihkan-sensor-kamera-dslr/</link>
		<comments>http://pelangihatiku.wordpress.com/2009/10/11/membersihkan-sensor-kamera-dslr/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 05:51:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>valenagi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pelangihatiku.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Kebiasaan mengganti lensa di luar ruangan pada kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) bisa mengakibatkan partikel debu masuk dan menempel pada sensor kamera yang pada akhirnya bisa mempengaruhi hasil foto. Biasanya kalau sudah begitu, kita akan menyerahkan pembersihan sensor kamera tsb ke pihak service centre. Kalau garansinya masih berlaku sih nggak masalah, tapi kalau sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=218&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebiasaan mengganti lensa di luar ruangan pada kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) bisa mengakibatkan partikel debu masuk dan menempel pada sensor kamera yang pada akhirnya bisa mempengaruhi hasil foto.  Biasanya kalau sudah begitu, kita akan menyerahkan pembersihan sensor kamera tsb ke pihak service centre.</p>
<p><span id="more-218"></span>Kalau garansinya masih berlaku sih nggak masalah, tapi kalau sudah nggak berlaku, Anda harus rela merogoh kocek kurang lebih Rp.100 &#8211; 200rb.  Nah, berikut ini ada tips untuk membersihkan sendiri kamera DSLR Anda yang saya rangkum dari beberapa tulisan di forum fotografer.net dan sudah saya praktekkan pada Nikon D40, D60, D70, D70s dan D200 saya.  Langkah pertama pastikan dulu apakah memang sensor Anda yg kotor, caranya setting kamera pada: 1. iso 100/200 2. Bukaan diafragma paling sempit 3. Focus manual 4. Titik focus terserah 5. Speed menyesuaikan Fotokan kamera ke layar monitor yg sudah di set BG putih (buka new file di ps dengan ukuran 800&#215;600 pixel kemudian zoom 100% lalu tekan tab). Hasilnya buka di ps lalu tekan ctrl+l, klik autolevel.</p>
<p>Setelah ketahuan sensor Anda emang kotor, langkah kedua 1. Buka lensa dr body  2. Cari di menu Mirror lock-up lalu start. (pada Nikon D40 Anda bisa pencet tombol menu, lalu pilih icon yg gambar &#8220;kunci pas&#8221; (di atasnya retouch menu) cari di bagian bawah ada menu mirror lock up. Kalau nggak ada menu mirror lock up berarti menu mirror lock up tdk ditampilkan waktu ngeset &#8220;CSM/Setup menu/my menu&#8221;. Masuk dulu ke &#8220;CSM/Setup menu&#8221; pilih &#8220;full&#8221; trus keluar, cari menu mirror lock up yg di &#8220;Setup menu&#8221; (bukan yg di dlm CSM/Setup menu), lalu di ON, kemudian akan muncul tulisan &#8220;when the shutter button is pressed, the mirror lifts&#8230;&#8230;.&#8221; baru pencet shutter buttonnya)  3. Cermin akan terbuka jika shutter ditekan . 4. lalu bersihkan pakai blower&#8230;posisi blower agak jauh, jgn sampai menyentuh sensor&#8230;jgn lupa body menghadap ke bawah. (pastikan pipa blower Anda terpasang rapat, kalau perlu diselotip aja) 5. Setelah yakin bersih&#8230;Off-kan kamera&#8230;cermin akan menutup lagi 6. Pasang lensa&#8230;lalu lakukan tes seperti langkah pertama.</p>
<p><em>forum fotografer.net (D.Z. Sjechlad &#8211; cek sensor sendiri, Kirman Mustafa &#8211; bersihin sensor dan Tommi Gusnadi &#8211; buka mirror lock up)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pelangihatiku.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pelangihatiku.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pelangihatiku.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pelangihatiku.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pelangihatiku.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pelangihatiku.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pelangihatiku.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pelangihatiku.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pelangihatiku.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pelangihatiku.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pelangihatiku.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pelangihatiku.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pelangihatiku.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pelangihatiku.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pelangihatiku.wordpress.com&amp;blog=4914620&amp;post=218&amp;subd=pelangihatiku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pelangihatiku.wordpress.com/2009/10/11/membersihkan-sensor-kamera-dslr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e59bcf5dbffaf2f751c4d628dedcef96?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">valenagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
