Pelangi di Hatiku

Yang Berguguran di Bulan Ramadhan!

Posted on: 10 September, 2008

Mata saya memandang ke arah danau yang
tidak begitu besar itu. Angin yang
bertiup sepoi-sepoi membentuk riak-
riak gelombang kecil di atas permukaan
air. Di sisi seberang danau, nampak
sampah-sampah menumpuk. Sebuah
pemandangan yang baru saya lihat
setelah beberapa kali mengunjungi
tempat ini.

Angin sepoi kembali bertiup. Tiupannya
menggugurkan beberapa lembar daun dari
pohon di mana saya duduk dibawahnya.
Daun itu pun jatuh ke tanah. Tak lama
kemudian angin bertiup lebih kencang.
Akibatnya, semakin banyak daun-daun
yang jatuh berguguran ke tanah. Daun
yang lemahlah yang berguguran. Sedang
daun-daun yang kuat, akan tetap
menghiasi dahan-dahan pohon.

Hal yang hampir sama juga terjadi
dalam sebuah ajang perlombaan. Ketika
pendaftaran dibuka, ratusan atau
ribuan peserta yang mungkin mendaftar.
Ketika proses seleksi pertama
dilakukan, jumlah peserta yang
terasring menjadi lebih sedikit.
Mereka yang lolos adalah mereka yang
memenuhi kriteria penilaian dari para
juri.

Pada seleksi berikutnya, peserta yang
lolos pun semakin sedikit, karena
kriteria penialaian sudah diubah yang
tentunya lebih tinggi dari seleksi
sebelumnya. Hingga akhirnya, hanya
tersisa dua atau tiga orang peserta
saja yang tersisa dalam putaran final.
Dan hanya satu orang yang menjadi
jawara.

Begitu pula Ramadhan. Malam awal
Ramadhan, para jama’ah begitu semangat
mengisi malam-malam Ramadhan. Masjid
dan musholla penuh sesak. Bahkan tak
sedikit mereka yang menggelar sajadah
di halaman masjid agar bisa mengikuti
shalat tarawih berjama’ah.

Subhaanallah!

Ramadhan pun bergulir. Proses seleksi
pun dimulai. Jama’ah yang hadir di
masjid atau musholla berkurang satu
per satu. Shaf-shaf yang rapat mulai
merenggang dan kemudian menghilang.
Mungkin karena kelelahan, mungkin
karena banyak kepentingan, sehingga
banyak yang berguguran. Tinggallah
mereka yang kuat dan bersemangat yang
tetap bertahan. Terus melangkah maju
meninggalkan yang berguguran.
Terbayang sudah di mata janji yang
pasti ditepati dari Ar-Rahman.

Lalu, di manakah kita berada?

Yang gugur di seleksi awal, di
pertengahan, atau di masa-masa akhir
Ramadhan?

Atau kah kita yang berhasil lolos
sempurna hingga ke syawal dan mampu
bertahan seterusnya?

Oleh Rifki

1 Response to "Yang Berguguran di Bulan Ramadhan!"

terima kasih sharing info/ilmunya…
saya membuat tulisan tentang “Benarkah Kita Hamba Allah?”
silakan berkunjung ke:

http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/09/benarkah-kita-hamba-allah-1-of-2.html
(link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link benarkah kita hamba Allah?)

Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?

semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Twitter

Like Pelangidihatiku

September 2008
S S R K J S M
« Agu   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Chat Yuuks…

Klik tertinggi

  • Tak ada

Arsip

Blog Stats

  • 36,093 hits

Galeri Photoku

Shoot!

upload

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: