Pelangi di Hatiku

Berkurban Yuuks…!

Posted on: 24 November, 2008

Qurban secara harfiyyah berasal dari kata qaruba-yaqrubu-qurbaanan, yang artinya dekat atau mendekatkan diri. Orang yang berQurban adalah orang yang ingin mendekatkan dirinya kepada Allah Swt sekaligus mendekatkan dirinya kepada sesama.

Betapa pentingnya usaha mendekatkan diri ini (berQurban), sehingga ajaran Islam menetapkan syari’at Qurban, dalam bentuk penyembelihan hewan Qurban satu tahun sekali, kepada yang mampu, yaitu pada setiap Hari Raya ‘Iedul-Adha, ‘Iedul Haj atau disebut juga ‘Iedul Qurban, yang pelaksanaan penyembelihannya bisa dilakukan tanggal 10, 11, 12 ataupun tanggal 13. Ketiga hari terakhir ini disebut hari Tasyriq yang secara harfiyah berarti hari-hari yang penuh dengan daging.

Daging hewan Qurban kemudian dibagikan kepada kaum fakir miskin yang mungkin mengalami kesulitan untuk mengkonsumsi daging, karena tidak terjangkau oleh daya belinya. Saking pentingnya penyembelihan hewan Qurban ini sampai Rasulullah SAW menyatakan “bahwa siapa saja yang mempunyai kemampuan (keleluasaan untuk membeli seekor kambing) lalu tidak berQurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami”. Juga sabdanya bahwa tidak ada amalan manusia pada Hari Raya Adha yang lebih dicintai Allah SWT, selain mengalirkan darah hewan (maksudnya : menyembelih hewan Qurban).

Disamping itu, menyembelih hewan Qurban pada Hari Raya Haji adalah juga untuk menghidupsuburkan salah satu sunnah yang dicontohkan oleh nabiyullah Ibrahim AS yang mendapatkan perintah melalui mimpi untuk menyembelih anaknya yang sangat dicintainya yaitu nabiyullah Ismail AS, yang karena kedudukannya kemudian Allah menggantikannya dengan menyembelih seekor qibasy (domba) yang terus berlanjut sampai akhir zaman, sebagaimana diungkapkan kisahnya dalam Al Qur’an surat Ash-Shaffaat (37) ayat 102 -111.

Wujud Kepedulian dan Kasih Sayang Terhadap Sesama
Secara umum makna Qurban dalam pengertian bahasa berasal dari kata qaruba-yaqrubu-qurbanan, yang artinya dekat atau mendekatkan diri. Orang yang berQurban adalah orang yang berusaha mendekatkan dirinya dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia. Sedangkan Qurban dalam kaitan penyembelihan hewan Qurban pada Hari Raya ‘Iedul Qurban diistilahkan dengan al-udhiyyah, yang sangat dianjurkan (sunnah Muakadah) untuk dilakukan oleh orang (keluarga) yang memiliki kemampuan. Allah SWT berfirman :

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berQurbanlah” (QS. Al Kautsar (108) : 2). Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa yang memiliki keleluasaan (untuk membeli hewan Qurban) lalu tidak melakukannya (tidak berQurban), maka janganlah mendekati tempat sahalatku” (HR. Ahmad).

Dalam hadits lain riwayat Ibnu Majjah, Rasulullah SAW juga bersabda, Tidaklah ada amalan Ibnu Adam pada Hari Raya Adha yang lebih dicintai oleh Allah SWT, selain mengeluarkan darah (menyembelih hewan Qurban). Seseungguhnya hewan itu akan datang pada Hari Kiamat nanti lengkap dengan tanduk, kulit dan bulunya. Dan sesungguhnya darah hewan itu akan diterima Allah SWT sebelum jatuh ke tanah. Maka ikhlaskanlah hatimu dalam melakukannya.

Penyembelihan hewan Qurban dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah shalat ‘Iedul Adha, atau tanggal 11, 12 sampai dengan tanggal 13. Ketiga hari terakhir ini disebut dengan hari tasyriq yang berarti “hari yang berlimpah dengan daging”. Penyembelihan tidak boleh dilakukan sebelum pelaksanaan shalat ‘Iedul Adha. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menyembelih hewan Qurban sebelum shalat maka harus menyembelih hewan lain untuk menggantinya. Dan barangsiapa yang belum menyembelih, maka sembelihlah (sesudah shalat) dan sebutlah nama Allah”.

Setelah disembelih, daging hewan langsung diberikan kepada golongan fakir miskin yang mungkin dalam kesehariannya tidak mempunyai kemampuan untuk mengkonsumsi daging, karena diluar jangkauan daya beli mereka. Apabila di daerah orang yang berQurban masyarakatnya sudah terbiasa mengkonsumsi daging, maka boleh saja hewan tersebut disebarkan ke daerah-daerah yang betul-betul membutuhkannya.

Adapun hewan Qurban yang disembelih, jika memiliki keleluasaan dana maka hendaknya yang jantan, yang gemuk dan bertanduk, sebagaimana Qurban yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Apabila tidak, maka yang menjadi syarat hewan Qurban adalah tidak termasuk salah satu dari kategori yang empat.

Sebagaimana dinyatakan dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad dan Imam yang empat serta disahihkan oleh Imam Turmudzi dan Ibn Ribban, Rasulullah SAW bersabda, “Empat jenis binatang yang tidak memenuhi syarat untuk dijadikan hewan Qurban, pertama : hewan buta (sebelah) yang jelas butanya. Kedua: Binatang yang sakit (berpenyakit) yang jelas sakitnya. Ketiga: Binatang yang pincang, yang jelas pincangnya. Keempat: Binatang yang sudah tua yang tidak bersum-sum.”

Hikmah Qurban
Menyembelih hewan Qurban pada hari Raya Haji adalah juga untuk menghidupsuburkan salah satu sunnah yang dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahim AS yang mendapatkan perintah melalui mimpi untuk menyembelih anaknya yang sangat disayangi dan dicintainya, yaitu Nabiyullah Ismail AS, yang karena ketundukkannya kemudian Allah menggantikan dirinya dengan menyembelih seekor kibasy (domba) yang terus berlanjut sampai akhir zaman, sebagaimana diungkapkan kisahnya dalam Al Qur’an Surat Ash Shaffaat (37) ayat : 102 – 111.

Sesungguhnya masih banyak hikmah yang dapat dipetik dari tauladan nabi Ibrahim dan putranya Ismail AS ini. Dengan berQurban kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang syukur nikmat atas rizki serta keleluasaan yang diberikan Allah SWT kepada kita, yang bentuk syukurnya mewujud dalam prosesi ritual pelaksanaan syariat-Nya. Allah SWT berfirman dalam QS. 22: 36 : “Dan kami telah jadikan untuk kamu unta-unta (binatang ternak) itu sebahagian dari syiar Allah.

Kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan tidak terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati) maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”

Selain itu Qurban adalah bentuk taqarrub (usaha mendekatkan diri) kepada Allah SWT karena kasih sayang kita pada sesama manusia, terutama pada golongan fakir miskin yang membutuhkannya. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini hubungan batin dan persaudaraan antara golongan yang berkecukupan dengan golongan yang tidak berkecukupan akan terjalin dengan erat. Menyayangi sesama manusia pada hakekatnya mengundang rahmat dan kasih sayang dari Allah SWT dan seluruh makhluk-Nya yang ada di langit.

Rasulullah bersabda, “Sayangilah oleh kamu sekalian sesama manusia yang ada di muka bumi ini, maka pasti akan menyayangi kepada kamu makhluk yang ada di langit.” BerQurban juga menghidupsuburkan salah satu sunnah yang telah dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahim AS yang kemudian berlanjut abadi sampai akhir zaman, sebagaimana dikemukakan dalam Al Qur’an surat Ash Shaffaat (37) 102 – 111.

Sebagaimana ummat Rasulullah SAW, kaum muslimin di perintahkan mengikuti sunnah Nabi Ibrahim AS, sebagaimana firman-Nya, “Katakanlah : Benar apa yang di firmankan Allah, maka ikutilah agama ibrahim yang lurus dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik” (QS. 3 : 95). Karena itu jika Bapak/Ibu/Sdr/I memiliki keleluasaan materi, marilah kita syiarkan Hari Raya Qurban ini dengan penyembelihan hewan Qurban. “SEBAR QURBAN PEDULI”. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua. Amin. (cyp/pkpu)

kurban

from: masjid_annahl-milis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Twitter

Like Pelangidihatiku

November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Chat Yuuks…

Klik tertinggi

  • Tak ada

Arsip

Blog Stats

  • 36,093 hits

Galeri Photoku

Shoot!

upload

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: